Wednesday, October 17, 2007

CERITA LALU

PRAWAYANG
Ini sebuah cerita hati yang terbangun setiap waktu dalam mimpi.
Biarkan semua ada karena ada.
Biarkan ini terbangun menggelinding karena ini adalah bagian hidup dari kehidupan.
Aku tidak mau mematikan karena ini akan ada selamanya dan tercurah dari kenyataan alam nyata.
Aku tidak mau mematikan rasa ini karena perasaan ini sungguh nyata.
Aku hanya bersyukur diberikan pengalaman hidup walau perih dan ada.
Aku ingin jadikan cerita dari keturunanku.
Karena aku bagian dari alam ini yang luhur.
Aku berharap kenangan ini tidak akan mati karena ini semua nggak bakal mati dan tidak bisa dihilangkan selamanya.














Jangan Kau Tutup Dulu Telponmu
Aku mencintaimu dik swear, Tapi bagaimanapun aku akan selalu mendengarkan cintamu aku akan merayumu setiap waktu. Asal jangan putus aku. Aku akan menciummu asalkan kau tau diri. Cintaku ini tulus akan hidup. Dek cinta kita yang dulu bersemi membuat aku selalu ingat. Selalu medengarkan kamu asal kamu selalu mendukungku. Selalu memberi semangat aku. Aku bukannya tidak menyukaimu tetapi waktu yang menjadikan seperti ini aku terlalu cepat mengambil pilihan. Antara kau dan kenalanku. Kamu selalu membayangi hatiku seandainya agamaku tidak melarangnya atau aturan-aturan adat yang mengungkungku. Aku terpaksa melakukan ini karena aku harus melakukan ini.Dek aku ingin bertemu denganmu entah akan kau sebut apa aku ini tetapi itu semua akan selalu ku ingat kengangan manis denganmu. Rasanya tidak ada yang pahit diantara kita. Cintamu itu tulus dan aku tidak dapat mengelabui itu. Aku ingin belajar selalu setiap saat akan kemajuan jaman ini .Dik kamu harus maju jangan mandeg toh aku akan selalu mendukungmu. Bukannya aku ingin mendua tetapi aku ingin selalu mendengarkan pilihanmu. Aku disini sebenarnya sungguh sakit, ya sakit hati karena perbuatanku sendiri terlalu cepat memilih aku yang salah. Bukan kau yang salah karena ini semua adalah tanggung jawabku. Tanggung jawab yang harus aku lalui karena aku sendiri tidak mampu untuk memilih. Karena tempat saja aku menjadi begini. Karena jauh darimu sehingga aku menjadi selingkuh dengan orang lain . Aku siap dengan predikat itu aku siap menerima apa yang kau katakan. Aku bajingan atau apalah yang penting kau puas mencaciku .Aku terlalu menuntutmu, menuntut segala yang tidak kau kehendaki. Yang aku ingin engkau mendengar aku. Walaupun aku begini karena ini adalah kehendak Tuhan. Yak karena kepasrahannmulah aku selalu ingin bertahan. Dik aku adalah bagian dari masa lalumu jangan tangisi itu semua aku akan selalu mendengakan mu walaupun kita jauh.
Aku sekarang telah menggunakan cincin, cincin nikah ini walaupun bukan denganmu kau jangan menangis dik.Aku tidak ingin aku pergi dengan tangismu, aku ingin pergi dengan tawamu walaupun hambar tapi aku menyukainya. Kepalsuan hidup aku ini imitasi dik aku ini kosong. Aku tidak sanggup untuk mengatakan ini semua aku harus berbakti dengan kenyataan hidup ini. Dik apa kau masih mendengarkanku jangan kau matikan telpon ini. Aku ingin terus bicara. Bicara panjang lebar dengan dirimu yang telah memberi nilai cinta, pengabdian, keiklasan yang tidak dapat saya rasakan dari siapapun. Aku pertama kali bisa mendengarkan kamu selalu. Dik aku ingin bersatu dengan dengan awan-awanmu dengan impian-impianku yang akan menyemangatiku sepanjang waktu. Kau harus siap dengan resikoku sekarang ini dengan tidak setiaku masa lalu denganmu. Akan aku bayar semua itu dengan kesetiaanku sekarang ini.Imajinasiku masih maukah kau mendengar impianku.Aku kadang merasa lelah menjalani hidup ini. Kalau bukan karena kamu aku mungkin telah tiada.Tiada dalam keadaan ketiadaan. Dik apa kau mau jujur tentang aku aku ini kan sudah menyakitimu apa yang akan kau lakukan dengan aku aku sedih sakit dik sakit hati.Hatiku mati aku ingin kembali seperti dulu lagi. Dik kuatkanlah hatimu apapun yang terjadi. Aku akan selalu mendukung setiap saat. Maafkan aku ini selalu aku akan menghidupimu dalam batinku. Akan selalu kuhidupkan cintamu itu untuk selalu berkobar menyala sepanjang waktu. Seperti api abadi bukan ingin membakar tetapi ingin memberi pencerahan hidup. Kau mau mendengarkan aku tidak .Aku bisa menangis kalau kau menutup kupingmu. Dik aku ingin hidup bersamamu. Sepanjang waktu.
Saya minta maaf kalau bicaraku terlalu kasar. Aku minta maaf kalau aku telah membuatmu sakit hati aku minta maaf beribu maaf atas kata-kataku.Dik aku ingin bertemu denganmu kapan ya aku bisa. Tapi itu semua terserah kepadamu. Aku siap jika menolaknya. Aku siap kamu menjauh dariku. Aku percaya kamu ingin mencari orang yang lebih baik dariku. Dik aku minta maaf atas semua kelancanganku. Dik aku mencintaimu. Aku tidak bisa bohong selama ini aku mencintamu.
Perasaanku ini tidak bisa diukir dibatu tapi harus aku tuangkan semua ini dalam sanubarimu. Dik aku minta maaf atas semua ini walaupun kau sudah pergi dariku atau aku yang pergi darimu cintaku selalu menyala setiap saat. Dik aku normal gak ya mengatakan semua ini.Aku ingin selau hidup setiap saat bersamamu. Dik cintaku berkobar walau kau dalam imajinasiku.
Dik jangan terisak isak begitu dik aku menjadi sedih karena perasaanku telah aku matikan terhadapmu.Ketika aku harus memilih kau atau itriku, aku tidak bisa memilih waktu itu aku terjebak dalam dua cinta. Cinta yang harus aku pilih. Dik apa kamu masih medengarku. Sebenarnya aku pingin menulis terus entah mengapa hatiku sesak ingin membuncah meledak.Aku nggak sanggup bicara lagi. Kupingmu mungkin mulai panas, kupingmu mungkin mulai memerah. Jangan kau tutup dulu telponmu. Aku mau bicara panjang lebar selebar dunia ini. Biar saja orang menguping aku udah bosan mereka bicara. Aku minta maaf aku akan bicara sendiri merasakan kehadiranmu walaupun adek udah dengan seseorang.
Sekian waktu kita tidak bertemu.Sekian waktu kita tidak bermanja.
12/6/2005













Biarkan Tuhan Bekerja
Sejak tanggal 13/12/05 kita bertemu kegundahanku semakin mucul dan nyata aku ternyata masih sangat mencintaiku.Tak bisa kubohongi itu.
Ini sebagai silih atas kesalahanku masa lalu aku sungguh belum bisa memaafkan diriku sendiri. Namun aku mencoba untuk merasakan saat aku meninggalkanmu dengan tangisan. Hatiku ada disitu walaupun ragaku disini aku sanggup hidup dengan doa-doamu. Aku tak bisa melupakanmu seumur hidupku.Adek aku mungkin akan lebih sedikit mengurangi dosaku dengan memberikan silih dosaku ini.
Setahun kemarin aku menikah dengan orang yang apakah aku cinta atau tidak atau sebagai pelarian denganmu aku tidak tahu namun hatiku tak bisa kulepas darimu, biar Tuhan saja yang bekerja. Hatiku tak bisa kutipu aku selalu panggil-panggil namamu dalam setiap waktu aku nggak bisa bohongi itu aku selalu menyanyi untukmu untuk berdendang untuk menghibur diriku sendiri kau tahu kau bukan milikku tapi aku tahu hatimu disini.Jangan kau simpan dan bohongi hatimu aku tahu kau cinta aku melebihi pacarmu.Aku tak sanggup bicara panjang lebar untuk meluapkan kepedihanku.
Aku merasakan sendiri salibmu yang kau terima dan sekarang aku rasakan salib itu. Kepedihanmu bercampur satu dalam hatiku.Aku harus sanggup merasakan ini. Waktu kukatakan berpisah kau menangis tersedu tapi aku terlalu keras padamu aku tidak punya hati, mati sama sekali. Adek hatiku memang untukmu tak bisa kubohongi itu aku mau merasakan kehadiranmu dalam setiap waktu.Itu impianku.
Namun seandainya waktu bisa kuputar akan kunikmati waktuku untuk merasakan besarnya cintamu.Adek maafkan aku bergulung – gulung dosa kusandang bergulung hasrat kumatikan. Aku tak mau mati karena perasaan ini doa yang besar darimu memberikan kekuatan cinta padaku. Aku tak tau kekerasanku menimpaku pada kematianku Aku sudah mati hatiku telah mati kumatika oleh kematianku. Aku ingin mati mematikan hati biar saja yang hadir disini bukan orang yang sungguh kucintai namun pengorbanan ini memjadi aku harum dibumi.
Adek aku ingin mencintaimu dengan sederhana saja Aku ingin menghilangkanmu dari hatiku namun aku belum mampu aku ingin kau bahagia dengan siapa saja dia yang kau cinta aku tak kuasa untuk lepas dari hatimu.Aku ingin melupakanmu namun aku belum mampu.Apakah ini lukaku yang kutingggalkan diriku sendiri saat meninggalkamu.Aku berharap lukaku lukamu bersatu dilebur dalam api untuk menguap ke awan menjadi penebusan.
Aku ingin tebus dosaku padamu namun aku belum temukan itu. Aku tidak ingin rapuh seperti kayu lapuk sebelum waktu aku ingin tegar menghadapi ini. Dik aku tidak ingin mati tapi toh kalau kita memang bersatu dengan kodisi apapun kita akan bersatu.Berdoa saja Tuhan akan memberi jalan yang terbaik. Pasrah dan pasrahkan saja Tuhan akan bekerja untuk kita. Kalau memang engkau jodohku dalam kodisi apapun Tuhan akan mempersatukan.Biar waktu yang mengatur seperti waktu kita putus dan nyambung seperti dulu. Aku tidak ingin pacaran tiga kali denganmu tapi akau ingin nikah denganmu.Tapi aku tidak akan bermimipi mimpi karena sekarang ada tembok yang tidak dapat aku tembus tapi itu semua adalah jalan Tuhan apa yang terjadi adalah kehendak-Nya. Jalani dan jalani saja lepas dan lepaskan masa lalu aku ingin menghadapi hari ini.Kuulang lagi bila memang bersatu Tuhan akan memberi jalan terbaik.Biar Tuhan yang bernyanyi karena aku hanya pendengar.Biar Tuhan yang bekerja karena aku hanya wayang kulit yang siap dimainkan sang dalang.Aku hanya tulang-tulang yang digerakkan ototku dan oleh otak. Otakku hanya bergerak tak tahu kemana aku bertindak.Aku mengikuti alur hidup dan tak tahu dengan hidupku.Aku hidup dari hati dan tak tahu mana hatiku sebenarnya.Aku tak mau berencana dengan hidup karena aku hanya pasrah dengan hidupku.Jalani saja waktu yang bicara.Tuhan yang berkata.
Jalani saja hidupmu dengan pilihanmu yang masuk dihatimu sebagai pengganti kematianku. Anggap aku tiada karena aku tiada tanpamu.hatiku masih penuh disitu tapi ragaku disini. Nyawaku masih disitu walaupun ragaku disini.Auramu menyelimuti hatiku. Auraku hadir disitu.Aku tak berharap penyesalan namun kenyataan yang dihadapi. Adekku aku tahu nafasmu.Aku tahu baumu. Aku tahu hatimu dan kau tahu hatiku, aku nggak mau menyalahkan masa lalu. Biarkan masa lalu ada. Hadapi sekarang apa adanya. Maafkan saya. 12/12/05




















Mengapa Kau Tidak Membenciku
Sungguh luhur hatimu diantara dugaanku. Sungguh nyata tak terpikirkan. Aku selalu takut bila bertemu denganmu,aku takut ketemu engkau di mall atau di jalan karena perasaanku. Aku dulu waktu berpisah aku takut denganmu, ataupun menelponmu.Walau kau sms aku takut membalasnya.Apa perasaan bersalah mungkin saja .atau doa-doamu yang kau alirkan dari hatimu atau kau tidak bisa lepas dari aku atau aku juga nggak bisa lepas darimu atau masih ada harapan atau aku yang mati mematikan hati. Bangsat kau hati kau pendam sekian waktu kau matikan sekian hari. Bangsat kau mimpi kau bayangi aku dengan masa lalu kaberi aku kenangan.Bangsat kau sesal kau hidupkan dosa diantara beribu kenang.Indahlah indah dunia karena hidup hanya sementara aku tak bisa semua ini karena aku ingin hidup seratus tahun saja.Tidak mau banyak – banya capek
Mengapa kau tidak membenciku yang telah menyakitimu. Sungguh sesal diantara kepalsuanku.Aku meninggalkamu dengan gagah berani namun kini aku nggak mau menghadapi. Banci. Ha ha biarkan hatiku membenci sikapku yang banci.Biarkan saja karena aku ada dari sekian waktuku yang melebur diantara hatiku. Aku ingin seperti batu namun aku seperti es yang membatu saat menemukan kondisi suhu dan akan mencair jika mendapat suhu yang sesuai. Sungguh ironi manusia diantara mencairnya hati disaat tidak dapat diubah ke ke adaan semula.Aku bukan benda mati yang dapat diubah sesuka hati. Aku benda hidup yang memiliki tatanan hidup. Tatanan yang nggak mau kulawan tatanan yang nggak mau kubendung. Tatanan yang sebenarnya bisa dilawan diantara perlawanan. Tatanan yang bisa diubah diantara perubahan. Walau menyakitkan sakit diantara perih sakit diantara pedih. Aku nggak mau memilih diantara pilihan.Aku pingin sendiri.
Terima kasih kasihmu.






















Aku Ingin Hidup Dengan Hati
Tangis kepedihan aku bisa gila dan gila untuk selalu bernyanyi dengan hatiku.aku tak ingin mematikan hatiku dengan pengabaian-pengabaian selama ini yang aku lakukan terhadapmu.aku tidak mau melihat tanda-tanda yang selama ini Tuhan lakukan terhadapku Aku terlalu lancang mendahului Tuhan dalam berencana.Aku nggak mau mendahuluinya aku hanya ingin berencana biar Tuhan yang menentukan.Aku ingin hidup dengan hati saja kalau hatiku mengatakan tidak akan saya lakukan. Dan sekarang aku tak ingin bermain api yang akan membakar hidupku. Membakar perjalanan hidupku yang telah kurencanakan dengan waktu.
Waktu sekali lagi waktu.Waktu tak bisa kulawan namun hanya bisa aku lalui rencana Tuhan sungguh misteri diantara hutan belukar misteri alam.Aku nggak mau lagi bersombong-sombong ria dengan jalan hidupku aku tak mau bereksperimen dengan hidup.
Aku baca sms darimu>31/12/05
Tadi hp tak silent jadi nggak denger.ko u sms kayak gt apa maksudnya.jalanin apa yang sudah ada dan berdoalah selalu,ok.ok.aku harap u bs jd lbh baek.GBU.X kamu memakai hape siapa aku tidak tahu.
Aku merasakan kegilaanku setiap hari aku semakin merasakan hatimu.Tak bisa kubohongi dan tak bisa kupungkiri.Setelah aku bernyanyi lewat sms kepadamu:
Ingin kulepas dan kulepas.Ingin kumati mematikan hati. Pasrah &pasrahkan jiwaku pada Tuhan.Selamat menikmati kematianku. Kamu marah seribu hati.maafkan aku dek aku tak bisa apa-apa.Apakah harus kukejar dengan impian hatiku atau aku mandeg untuk belajar memulai hari. Aku tak tahu kematianku selalu datang tiba-tiba. Aku nggak sanggup lagi untuk belajar mengerti.Inikah kehidupanku yangharus kujalani.Ataukah cintaku cinta ABG.Nggak aku nggak mau disebut ABG karena yang aku rasakan merasuk hatiku merasuk nalarku.Aku tak sanggup menikmati ini Aku ingin matang dalam umur 28 menjelang 29 ini.Aku nggak mau mati dulu sebelum kunimati pilihanku.Aku pingin hal itu tapi.... Aku tak kuasa menjalaninya.Aku hanya manusia biasa yang tidak bisa melawan kenyataan ini, Maaf maaf adikku tanganku ini rasaanya tidak bisa kuhentikan untuk bisa bicara sendiri. Aku sms kamu hanya untuk sekedar tau keadaanmu ataukah aku membohongi diriku untuk meluarkan sedikit perasaanmu terlalu indah dilupakana atau terlalu cepat mati untuk dikubur aku tidak tahu apa yang terjadi.maafkan aku
Tuhan APA SIH RENCANAMU.SUNGGUH MISTERI.Aku tak sanggup mejalani ini maafkan aku Adek aku tak bisa sembunyi dari hatiku ini.Aku hanya pasrah dan berdoa Rosario yang engkau berikan memberi energi yang besar tentang kehidupanku aku hanya pasrah dan pasrah.
Hari ini tanganku masih belum bisa berhenti dari tuts-tuts keyboard ini. Aku seperti ingin meluapkan kegalauan, kegundahan seperti apa yang aku jalani saat ini Aku harus yakin dengan kenyataan ini.Tuhan apa yang terjadi adalah kehendakmuTerjadilah padaku menurut kehendakmu .Aku tidak bisa memaki kenyataan ini aku hanya pasrah, pasrah dan pasrah dengan hidupku ini.Tuhan tolong......aku, Ibu Maria tolong......... aku , Yesus tolong aku.Aku ingin berdoa salam maria penuh rahmad Tuhan sertamu terpujilah engkau diantara wanita dan terpujilah buah tubuhmu Yesus.Aku nikmati ini kepasrahan. Santa maria bunda Alah doakanlah kami yang bedosa ini sekarang sampai waktu kami mati amin Kulolosi tulang-tulangku satu persatu, kulemaskan otot-ototku apa yang terjadi Tuhan. Hatiku penuh dengan gumpalan-gumpalan didada mekar inikah aura yang nggak bisa mati.Yesus tolong kami selalu.
Aku cibir hatiku kok cengeng sih kamu kayak anak kecil memalukan.Merengek kayak bayi ih memalukan sadah nak sadar. Biar, biar aku sekarang tidak punya malu tidak punya urat lagi karena sebentar lagi aku mati.Tuhan biarkan saja aku begini kunikmati kepedihan hati ini mati tidak hidup tidak mati tidak hidup tidak........Kunikmati keheningan ini biarkan saja waktu berlalu dengan kematian hatiku.Tapi nggak bisa, enggak bisa dan enggak bisa. Selamat anda telah mati. Aduh aku dapat ucapan selamat dari rohku dan hatiku.Kunikmati ini, ini hanya sementara.
Aku berdoa
Aku berdoa
Aku berdoa
Aku berdoa
Aku berdoa
Rosariomu menguatkan hatiku.
Rosariomu menguatkan cintamu.
Rosariomu membuatku ingin lurus-lurus saja.
Doamu energiku
Doamu kepedihan hatiku
Doamu keiklasanmu
Aku tidak bisa berbohong lagi Aku masih cinta kamu
Cinta tak harus memiliki, itu bohong,bohong besar
Aku membohongi diriku diriku yang mati sepanjang hari. Aku ingin bangkit bertambah energi.
Aku ingin bangkit dengan doamu dan pengampunanmu.
Ampuni aku jika kau anggap salah Aku tidak bisa berbohong aku masih sayang kamu.Kamu tidak bisa mati dari hatiku seandainyapun kau milik orang lain Selamamnya.Amin
Kupasrah selalu.Kepasrahan yang palsu dalam ketakberdayaan hidup dan ketidak tegasan hidup.Mengapa aku jadi loyo tanpa semangat hidup mengapa aku tidak tegar setegar karang, eh karang bolong, tanjung karang atau apa ya... Lucu kau tertawakan dirimu diantara sedu kematianmu. Mati atau dimatikan atau telah mati dan lupa dihidupkan atau antara mati dan hidup. Ha ha penyesalan semu diantara ketidak tegasan hidup palsu deh lu. Kacian deh koe. Mesakne to le le.
TAPI YANG TERPENTING KUPASRAHKAN SAJA PADA YANG KUASA.KALAU TOH AKAN BERSATU TUHAN AKAN MEMBERI JALAN YANG TERBAIK BUAT KITA BERDUA ENTAH TEMPAT, DIMANA BAGAIMANA, MENGAPA ATAU WAKTU KAPAN AKU YAKIN TUHAN AKAN MEMPERTEMUKAN KITA.AKU PERCAYA. RENCANA TUHAN SUNGGUH MISTERI KEHIDUPAN DAN TIDAK DAPAT DIBEDAH OLEH RENCANA MANUSIA.
BANYAK YANG AKU UCAPKAN MENJADI KENYATAAN, TAPI ITU SEMUA ADALAH RENCANA TUHAN.























Hati Saja
Aku lebih memilih hati daripada harta-harta yang akan mati. Harta bisa dicari jika hati sudah menyatu. Pasrahkan saja apa yang terjadi.Yesus dan dunia ini misteri illahi.
Aku memberi barang ini bukan untuk maksud apapun. Penghormatanku padamu melebihi aku menghormati diriku Ini saya anggap sebagai silih dosaku walaupun ini enggak cukup untuk mengganti kesalahanku. Aku pecaya kamu enggak ingin menerima barang ini untuk tidak mengenang diriku dan akan menimbulkan luka lama namun aku sedikit berbelas bahwa kamu adalah yang terbaik dalam hidupku. Aku coba dan berharap adek untuk mengerti akan hal ini semua.dan aku tahu adek sudah mengerti sebelum aku bicara. Aku terlalu keras terhadap hatimu yang lembut.
Saya mohon adek bisa menerima dengan iklas. Maafkan aku dengan iklas. Keiklasanmu yang tulus membangkitkan energi kerahiman seorang calon Ibu Doamu energiku. Dukunganmu semangatku.4/1/05




Aku Berharap
Kau Lebih Bahagia Daripada Diriku
Dan
Lebih Sukses Daripada Aku
AKU BERHARAP KITA SELALU BERHUBUNGAN WALAU TEMBOK TELAH MENGHALANG.AKU MOHON UNTUK TIDAK KAU MATIKAN TELEPONMU WALAUPUN ENGKAU MILIK ORANG.
AKU BERDOA SELALU UNTUKMU AKU MENCOBA. DOAMU ENERGI NYAWA HATI DAN PIKIRANKU
AKU TAHU KAU SETIA PADA HIDUPMU
MAAFKAN AKU TERLALU JUJUR DENGAN HIDUPKU AKU JADI MENGGANGGU HIDUPMU DAN PILIHANMU.
LEBIH BAIK AKU BICARA PADAMU DAN BERTEMU DARIPADA MENUMBUHKAN LUKA BATIN.
MAAF AKU DULU KURANG KOMUNIKASI DENGANMU.
PERBAIKI HIDUPMU
PERBAIKI MASA DEPANMU
SUKSES SELALU
AMIN 3/1/05



Biarkan Saja Ada
Biarkan saja biarkan saja kata-kata yang bicara namun hati tak dapat dikunci. Aku sanggup menanggung hati hanya dengan menenggelamkan dalam pekerjaaan, aku bisa lupa melupakan segala masa lalu. Tapi aku tak ingin melupakan semuanya aku ingin mengenang sebagai bunga-bunga dan ingin menaruh dalam sanubari terbesar dihati dan merekam diotak kiri. Aku ingin menjadi cerita dan dikenang semua jaman. Biarkan orang mencaci akan aku hadapi.Seperti katamu hidup hanya sekali tapi mengapa aku terlalu bereksperimen dengan kehidupan ini dan sebenarnya kehidupan itu bisa diputar namun aku tak mau memutarnya aku tak mau balik kanan. Sungguh mimpi mati aku tak sanggup bercerita kulolosi tulangku satu persatu lemas tak berdaya tulangku lepas kepalaku lari rohku terbang melayang mengikuti jaman. Aku nggak mau memutar hari walau aku bisa melakukan.Aku telah memilih dan mudah-mudahan pilihanku tidak salah. Namun aku hanya berdoa untuk adek semoga engkau mendapat pilihan terbaik yang mencintai dan membahagiakanmu. Aku hanya pasrah karena itu nikmatnya kepasrahan. Lukaku kubuat sendiri dan aku nikmati borok-borok dan luka-luka disekujur tubuhku dan aku tak mau aku anggap semua itu borok ataupun penyakit yang menjangkiti walaupun sesakit apapun sungguh indah dinikmati.
Masa - masa lalu kuerami dengan kesendirian, kekangenan kukenang walau nyata terbayang, indah dan indah ingin kunikmati dalam kepedihan aku tak ingin mati dalam ketakberdayaanku. Akan kujadikan kekuatan dalam masa depanku. Masa lalu tak bisa aku ulang karena siklus hidup telah aku lalui.Aku tak ingin terbayang walau hati menentang berang. Aku ingin nikmati sakitnya hati akan keputusanku novel hidup ini sungguh indah untuk diukir di kayu jati untuk dapat dikenang ribuan tahun. Dengan keadaan ini aku merasa hidup tantangan ini sebagai siklus ban bejalan kadang berada dalam puncak kesenangan namun dengan begini aku mampu memahami nilai hidup yang berlayar dan mengarugi ombak bergulung dan jauh melayang melambaikan layar bersorak pedih perih keadaan. Aku nggak mau menyebut sebagai cobaan namun sebagai indahnya hidup.
Seperti katamu hidup hanya sekali nikmati saja apa yang terjadi aku nggak mau berlari aku ingin berjalan pelan dan pelan menikmati kata-kata kehidupan yang mengalir melalui tuts-tuts keyboard rekaman. Adek aku menumpahkan ini semua seakan kau ada didepanku lebih lancar mengalir seperti mata air tanjakan gunung Bendan duwur. Diantara Pentoel Dan Tinjomoyo mengalir deras menyiram Unika dari kampus Elektro ke Psikologi. Aduh sungguh lucu dan bahagia si kerempeng 55 kg bertemu Wiwid dikontrakan Didik dalam acara yang agak nggak jelas. Aduh kuberkhayal dalam arungan waktu.Aku bahagia deh.


Hooi JAKARTE

Ha, ha JAKARTA-JAKARTA engkau membuyarkan nalar, membuyakan hati .membuyarkan cita-cita godaan menganga mematikan rasa, aku tahu kau pedih perih teriris dalam. Aku rasakan itu. Kontrakanku kontrakanmu kost-kosanmu kos-kosanku bercerita banyak tentang alam kuliah.Biarkan saja orang iri karena mereka tidak memiliki. Biarkan orang bermimpi karena mereka tidak meraihnya. Jaman perang kukenang erat dari hati aku bicara biakan saja. Jaman kuliah terengah engah menapaki hati berjalan mengguyur hujan menuju Unika disamping kiri kos-kosan megah tersembunyi wanita.
Aku bernyanyi dari meja kerja ini melalui lagu-lagu hidup bersorak pedih teriris asik dan menggebu. Dari meja kerja ini aku terbayang masa silam menggenggam erat tertanam kukenang. Biarkan saja orang bicara karena aku yang terima. Biarkan saja orang tertawa karena bersuara.Biakan aku menulis karena aku punya kenangan Biarkan petir berguncang karena aku punya cerita dahsyat menggelegar.






Curhatku
Awan-awan riang mendengar kabut-kabut becucuran menyiram bumi.Tuhan bersahaja melihat kenyataan. Duduk termangu diawan. Bahagia dengan rencananya.Tertawa menertawakanku.
Hai Tuhan kurang ajar kau ya, buat aku begini. Kau buat aku cerita panjang berlembar-lembar. Hai Tuhan dengerin dong aku ingin hidup dengan kenyataan. Kurang ajar kau Tuhan loncat-loncat diawan, sini dong kalau berani menemaniku menulis sendirian. Kita bisa berdiskusi sambil minum kopi. Kopi pahit atau kopi mix tinggal pilih kusediakan hati panggang atau babi guling. Biar engkau enak menikmati sambil bediri biar kakimu lincah merencanakan langkah umatmu.Tuhan tolong dong buat cerita yang happy agar aku bisa nikmati waktuku dengan nyaman walau kerikil menghadang. Tuhan asik ya memimpin manusia, tinggal berencana saja. Enak ya makan bebek goreng di pasar Jatingaleh aduh Tuhan kakinya jangan naik ke kursi nanti orang mengira kau makluk halus.Tuhan Tuhan kau ini semakin lama semakin lucu deh imut imut saja lidahmu kalu menjulur kesamping aduh hasratku untuk bersamamu bertambah, Mbok jangan begitu dong. Hehe Tuhanku aku bersujud padamu atas kejujuranmu ketabahanmu kedewasaanmu dan aku memuliaanmu. Aku salut Tuhan kau pencipta tak berasa dalam segala aneka jajanan pasar warung sego kucing.
Tuhan kau dari tadi terdiam bicara sepatah kata, walaupun kata-katamu patah-patah akan aku coba mengerti.Tuhan jangan kau sendiri bila kau sendiri akan kutemani bila hatimu telah mati.Aku tahu hatimu tersembunyi dari sekian air dan api mengapa engkau nggak mau mengerti nikmatnya hidup didunia minum es krim sambil cari buku di Gramedia sepulang dari gereja. Kau kan ngerti kenangan bersamamu dulu, sedikit-dikit pahami apa yang kuceritakan ini. Hujan – hujan beli nasi saat perut lapar belum terisi. Hai Tuhan kau tau enggak cerita ini saat kita tahun baruan di Simpang lima baru kali itu lho aku nikmati.Jam dua belas aku seneng banget. Menuruni jalan dari elisabeth menuju simpang lima jalan pandanaran putar ke jalan pemuda naik melalui jalan depan rumah sakit karyadi. Hehe you jangan tertawa saja kita pernah kemana-mana.
Ke Jogya bersama melewati gua kerep bersama kenakalanku melalui jalan-jalan di Temanggung. Biarkan Tuhan kau punya cerita dengan siapa saja tapi aku punya cerita yang tak mau ku matikan biar saja terbayang aku pingin mesra.Tuhan gimana lu udah ingat belum di Krekop Muntilan ha ha aku berdoa Tuhan inikah jalanku inikah pilihanku.Aku masih bertanya? Kulewati lagi Magelang menuju jembatan gantung kali krapyak. Hooi aku melewati ring road menuju arah USD,Kaliurang.Lucu ya Tuhan loe denger nggak makanya kopinya ditambah biar nggak ngantuk.Apa kurang manis ya ditambah gratis kok aku kan yang menyediakan.
Masih pengen dengen ceritaku kagak.Tuhan Tuhan jangan melamun dong. Itu dimakan rotinya. Roti enak buatan ibuku dikampung sambil minum kopi Lampung aduh seger dong. Kamu sih nakal tangan jangan digigit. E e e jangan cubit dong badan gue sakit semua aku kacau nih Tuhan. Tolong dong pijitin punggungku yang remuk – remuk seharian jalan dari Jogja - Semarang. Makanya yang baik-baik dong kalau bicara. Manis ya manis tapi jangan kebanyakan sampai lidahmu nyonyor tuh kebanyakan gula. He lupa nih Tuhan kamu sudah makan belum makan dulu tu mie goreng Surabaya itu di pertigaan menuju Gelangang Olah raga.
O iya aku lupa ngebaliin kaset Bahasa Inggris He he sory ya kenanganmu ya.e iya kamu juga belajar bahasa ya kamu kan sudah mahir pakai bahasa Tuhan saja sudah cukup ngapain pakai bahasa manusia.Atau bahasa tubuh e e e Tuhan, Tuhan.Aku susah ngebedaiin aku bicara sendiri atau bicara sama Tuhan ya. Atau aku ngelamun... mun... mun didepan komputer.
Aduh Tuhan selamat berbuka puasa aku ingin makan dulu ya lapar. Aku sudah tiga jam di depan komputer.udah jam 12.00.
Maafkan aku, seorang bajingan.
Ttd
4/1/05







GAMELAN
Padi berguguran melebur ditanah sebelum mengeluarkan bulir- bulir berisi.Diantara semilir angin mnghembus lembut menyelusup diantara ruang- ruang kamar . Duduk didepan rumah menghadap lembah sambil melihat pemandangan.
Tarian anak manusia melenggok lembut mengiringi geolan gamelan nyaring melembut, putri jawa menggerakkan seluruh kemampuannya. Anggun, semampai lembut khas bunga desa. Andeng-andeng kecil teronggok diatas lubang hidung. Kulit putih kekuning-kuningan rambut panjang sepunggung meliuk tertepa angin dari arah bukit Tenjomoyo. Sang penari terlihat sepi diantara gemerlap bunyi gamelan yang mulai merambat kecil.
Suasana gamelan berangsur hilang seiring sang putri yang mulai menyembunyikan diri di dalam kamar. Kamar sepi tak terpakai layu ditinggalkan besama kematian hati. Tapak-tapak kaki tergores terawang di lantai yang mulai pudar.
Selamat tinggal kamar. Kamar penuh kenangan diantara kematian hati. Kematian yang akan menjemput ataukah kematian menuju kehidupan baru. Kutanyakan sang maestro gamelan semburat senyum perhatian.
Adakah jalan? Kusibak rerumputan dalam padang ilalang yang menutup pandang. Ada setapak melewati. Ada harap dinanti. Kususuri melewati, sedikit tersibak kepastian. Adakah waktu, kubertanya lagi. Tanpa jawab. Misteri

CONTINUED























Bila aku tidak bahagia abaikan saja
Bila aku luka abaikan saja
Bila aku sedih biarkan saja
Bila aku curhat dengarkan saja
Bila aku sendiri biarkan saja
Bila aku menangis anggaplah drama

Bila kau tidak bahagia, aku tidak bahagia
Bila kau sedih, sedihku
Bila kau luka, lukaku
Bila kau curhat, curhatku
Bila kau menangis, tangisku

Aku merasakan apa yang kau rasakan
Aku tahu kau rasakan apa yang aku rasakan


Ceritaku cerita mati dari seribu kenangan menyatu dalam
Ceritaku cerita sunyi dari hati mati
Ceritaku cerita lalu dari seonggok kenang
Ceritaku cerita basi dari pojokan kaki lima penjual bakmi
Ceritaku cerita abadi dari jaman cleopatra sampai jaman akan datang
Ceritaku cerita seru,novel hidup, novel orang mati
Selamat tinggal sunyi




Sekeping Doa

Semoga Adek lebih baik dalam hidup mendapatkan pilihan hidup yang sukses dan luhur seperti jalan Pawiyatan Luhur yang mengiringi perjalanan.





MASIH BANYAK CERITA NAMUN HARUS CONTINUED DI LAIN WAKTU

(Kemudian terdengar sayup musik DONGENG unyil DI TVRI mengiringi langkah dari panggung kehidupan)

NYANYIAN BARU
1
Dik ini kelanjutan dari ceritaku.Aku hanya ingin menuangkan sedikit anganku yang selalu aku lalui dari setiap waktu.Indahnya dunia tak seindak waktu. Aku ingin melalui waktu dengan membaca pikiranku.Aku ingin melalui ini dengan seksama dan akan kunikmati cerita dalam sebuah lakon.Berdendang dan bernyanyi agar bisa dimengerti jalan layu penuh duri. Duriku duri kebahagiaan bila aku bisa melihat kebahagian dalam dirimu aku akan mengikuti dari belakang lankahmu. Mudah-mudahan engkau bisa sukses dan semakin yakin dengan kebahagianmu.
Aku akan sangat bahagia bila aku bisa melihat bintang-bintang dipundakmu yang mengisyaratkan keberhasilanmu. Aku sangat bersyukur dengan kemajuan jaman ini. Aku ingin mengiringi dan menyelamatkan segala bentuk keberhasilamu.
Dunia ini tak seluas telapak kaki tetapi dunia ini seluas tapakmu melangkah kau pergi. Sungguh indah dunia yang kulalui ini. Aku ingin menikmati indahnya pagi dengan bernyanyi dan aku ingin menikmati dalam setiap erangan waktu yang menjalar seluruh tubuhku.Kunikmati sedikit waktu untuk berbagi kasih berbagi dunia ini yang sungguh sempit. Aku nggak mau sendiri lagi dalam payung ini.
Aku sungguh tak mengerti duniaku yang lucu sepintas lalu terbayang selalu.Aku nikmati dalam setiap waktuku berlalu bernyanyi dengan sepi. Aku ingin melangkah dengan gagah perkasa melewati jembatan ogal-agil yang siap menjemputku setiap saat.Nikmati hidup dalam kesendirianmu.Aku nggak mau bernyanyi sendiri lagi merenungi nasib dalam menyibak kelam.Aku ingin berdua menapaki dunia ini dengan semangat menyala agar terangnya dapat menghidupi banyak orang. Aku ingin mandiri menyanyikan lagu-lagu bahagia dari pinggiran alam nyata. Duniaku telah lama bersatu dari setiap waktu. Jayalah selalu agar aku bisa bermimpi dari pojokan kamar yang sepi ini.
Kurenungi nasibku dari balik kamar ini menikmati secangkir kopi darimu menjadikan aku bermimpi menikmati nikmatnya pagi. Jam dua belas malam aku melamunkan perjalanan ini untuk memilih suatu keyakinanku untuk melangkah maju.Selangkah aku maju untuk terus maju niatku hanya tulus satu padu dalam kenang silam.
Malam ini aku mulai menyanyi menyanyikan kepalsuan hatiku yang kerap redup karena hatiku yang mulai mati.Malam ini aku menulis dari cacian hariku yang muali panas. Kehidupan ini telah membakarku dari ekping hati atau mungki malas sudah menjadi seprihan zarah yang tak terlacak oleh mikroskop entahlah aku hanya mencoba mencairkan hati ini.

2
Perjalanan hari ini sungguh mengasyikkan menapaki bukit-bukit terjal di dekat sungai Garang. Sandalku kulepas untuk menikmati pijitan aspal menjalar mengikuti urat-urat kakiku menuju pusat tubuhku. Kepalaku terasa longgar setelah hari ini aku mengikuti latihan olahraga bersama teman-teman. Latihan bersama teman ada Ani, Ana, Arni dan masih banyak lagi.Aku sebrangi hari ini dengan tapak – tapak kaki.Nikmatnya hari sungguh duniaku dunia permainan dan kuikuti dunia ini dari sudut bukit ini nikmatnya pagi.
Cicitan burung-burung yang dari tadi memangil-manggil meminta pertolongan mungkin perutnya mulai lapar setelah semalaman tidur dalam gelap. Aku mulai berjalan lagi mengikuti angin lembah.Menuju Bonbin Tenjomoyo sungguh lugu dan berdendangan. Teman teman yang dari tadi berkumpul dari sudut-sudut berlainan mulai merayakan.
Perjalananku sungguh riang hati menuju puncak-puncak hati.Aku senang bersama seseorang yang aku mpikan selama ini. Aku gembira kalau melihat dia dengan riangnya. Sekelebat senyum keluar dari bibir mainsnya tak kusangka kenangan manis itu muncuk lagi setelah aku meniggalkannya.
.............
Masa kuliahku dulu kullewati dengan kebahagiaan saat-sat aku mau skripsi dengan larangan-larangan orang tuaku untuk tidak pacaran terlebih dahulu sbelu aku mentyelesaikan kuliah. Tapi aku mencoba diplomasi dengan ibuku. Buk aku kan sudah mau lulus madsak nggak boleh pacaran.Aku ingin mrsakan cinta dari seorang perempuan.”
Tetep pokoknya nggak boleh kamu harus menyeklsaikan kuliahmu terlebih dahulu aku nggak suka kalau terjadi sesuatu. Tu Anaknya Pak Parmin sekarang hamil belum luluh kuliah. Aku kan nggak mau to le kalau kamu jadi seperti begitu. Aku minta kamu untuk rajin kuliah dulu apapun yang terjadi.”
Aduh Ibu sungguh keras hati kalau sudah bicara perempuan kayak makluk menakutkan yang akan menyengkeram anak-anaknya.Ibu-ibu mengapa anak-anakmu kamu jadikan ambisimu untuk menyekolahkan sampai S1.Apa karena masa lalumu yang tak sangup embah menyekolahkanmu sampai tinggi. Mengapa engkau sampai seperti ini. Aku mencoba menerawang memberontak waktu yang menyiksaku.Ibu ibu bebaskan aku untuk mencoba mencintai seorang gadis. Untuk merasakan cinta darinya. Apa Ibu masih trauma dengan pernikahan masa lalu.Yang mengungkungnya dalam penderitaan pernikahan.
Ibu menikah waktu masih kecil kira-kira umur dua belas tahun. Dan dia tidak kenal dengan bapak sungguh suatu pengalaman pribadi yang sebenarnya tidak pantas aku ceritakan hari ini. Itulah masa lalu waktu orang-orang masih lugu.Menjodohkan mereka masa yang masih muda. Waktu mereka baru mekar-mekarnya.”Yen nikah tua-tua kuwi ora ilok mengko dianggep prawan tua.”
Memang biadab jaman ini perempuan – perempuan belum dihargai baru sebatas kanca wingking yang belum boleh mengerti urussan laki-laki. Jaman itu memang belum sepenuhnya jaman modern masih banyak orang yang kawin muda tanpa mengetahui arti cinta.Pokoknya dicarikan jodoh sebelum umur duabelas,ironis ibuku jadi korban jaman, atau memang itu yang terbaik untuk jamannya,aku tidak tau namun aku sih tidak menyesal jadi anaknya lha wong aku lumayan dimanja namun juga dikekang.Ambisi-ambisi ibu.
Namun aku enrawang lagi masak adad duapuluh ini aku masih belum boleh pacaran. Ataukah aku memang penurut dengan orang tua dengan kaidah-kaidahnya aku telan mentah-mentah aturannya. Itu semua aku nikmati aku rasakan sebagai rasa cintaku pada orang tuaku. Ataukah aku memang tidak berani melawan orangtuaku yang kaku dengan adat itu.
Namun hari ini aku ingin merasakan sebuah cinta dari gadis pilihanku dari gadis pujaanku. Tuhan tolong aku aku ingin sedikit saja melawan orang tuaku toh aku sudah besar dalam menentukan hidupku. Aku mencoba lagi untuk berpikir,merenung untuk medapatkan cinta.
Ya aku ingin pacaran.Ingin merasakan cinta dan akhirnya dengan sangat terpaksa Ibu membolekanku untuk memilih seorang gadis.


......................
Hari itu hari Sabtu waktu aku selsai praktikum di kampus. Aku ada acara kumpul-kumpul ditempat teman.Dodi namanya. Dia anggota Menwa yang

VISTA

VISTA VESTA PESTA PAKAI VESPA


Oleh Dewidjati Subianto

KARBOL

Beberapa bulan ini Vista mengalami kenaikan berat badan.Tidak dapat ditolak dan tidak dapat diraih.Kegemukan adalah bagian dari hidupnya.Makananan adalah bagian dari kesehariannya, stok makanan di laci meja kelas menjadi sasaran setiap kali perut menyerang. Makanan segitu banyaknya masuk saja kedalam perutnya. Makanya teman-temanya menyebut si Karbol. Karbol bukan cairan pembersih lantai lho.“Apaan sih Karbol”“Karbol….. Ka ….Kar…. Karuuuuung boloooooonggggggggg. Jadi….. kalau makan habis kebuang terus”Si Combro menyahut.“Ha ha ha,” anak anak tertawa terbahak-bahak.“Kurang ajar ya ngatain karbol – karbol saya jitak satu-satu biar pada benjol.”Walaupun cewek dia jago karate tiap minggu ngikuti latihan di halaman depan rumah.Tapi tubuhnya tetap subur saja.Nggak ngikutin rumus kalau olahraga pasti langsing.“Siapa yang berani lagi hati – hati kepala siap bocor.”si Vista tampak garang siap menerkam. “Awas saya catat satu – satu, saya laporkan kepala sekolah.”Dasar anak laki-laki dibilang seperti itu malah semakin menantang. “Vista karbol, Vista karbol, Vista karbol, Vista karbol” dengan serempak mereka teriak.Vista kemudian ngeloyor pergi tanpa menghiraukan mereka. Vista ingin menunaikan janji melaporkannya ke Kepala Sekolah. Di ambilnya jalur cepat tanpa melewati penjaga kantor. Diketoknya ruang Kepala Sekolah.“Ya masuk”“Permisi Bu” “Ada apa Vista kok tumben datang”Sambil ditampilkan wajah murung ditambah rambut kusut dia jawab, “Begini Bu saya tadi mendapat ketidakadilan di sekolah ini”“Ketidakadilan apa Vista.Apa kamu di pukulin atau kamu seharusnya dapat nilai sepuluh di beri nilai lima. Atau yang lain ?” Tanya Bu Guru penasaran.“Enggak Bu bukan itu saya diolok anak laki – laki. Saya dibilang karbol, Si Gendut.” sambil berkaca-kaca Vista beringsut dari kursi.“Siapa yang bilang begitu.Tolong sebutkan nanti saya usut.” “Ada banyak orang Bu. Ini sudah saya catat.”‘Oh ini.Ini anak-anak IIB. Oke tunggu diluar nanti saya ke kelas. biang onar”……..“Sekarang yang telah mempermalukan teman harap tunjuk jari”Mereka terdiam seribu bahasa. “Hayo tunjuk jari”Kemudian dari bangku kedua dari depan sebelah kiri ada yang memberanikan diri“Itu Bu tadi Combro yang mulai mengolok- olok.”“Siapa Combro ?”“Eh hh Si Joni Combro Jayakesuma, Itu Bu dipojokan.” sambil tanganya menunjuk.Anak – anak senyam senyum mendengar jawaban Prito. Cuma Combro saja yang kelihatan wajahnya kemerah-merahan menahan malu.“Yang bener namanya siapa?”‘Joni Dewa Jayakesuma”Wah namanya kayak Grup band saja.Anak – anak tambah tertawa kecil mengurangi ketegangan.Namun Bu Kepala Sekolah tidak menampakkan senyum sedikitpun. Diambilnya penghapus di ketokkannya ke papan tulis. Sehingga berbunyi keras. Duerr….rrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr.Plethokkk“Saya tidak mau ada yang tertawa sebelum ada yang mengaku. Jangan sampai ada lagi yang mengolok – olok, dia juga temanmu”Vista yang berada di belakang Bu Guru tertunduk lesu seakan mohon bantuan.‘Oke oke tapi saya mendapat informasi tidak cuma satu anak”Anak – anak yang merasa bersalah terdiam ketakutan.“Kalau masih saja tidak ada yang mengaku maka akan saya jemur di halaman. Saya hitung sampai tiga. Satu……..”suasana kelas mulai tegang merka menoleh kesana kemar seakan saling menuduh. “Dua…… “.Tambah menegangkan. Wajah - wajah mereka nampak ketakutan. Tidak ada yang berani bicara..“Oke kalau masih belum ada yang ngaku dalam satu Minggu ini tidak ada pelajaran apapun di kelas ini” Bu Kepsek menakut-nakutiTari yang dari tadi tenang – tenag saja karena nggak bersalah nyeletuk “ Kalau begini yang tidak salah akan rugi dong Bu. Apa kita rundingkan terlebih dahulu sekelas biar setelah itu kami laporkan ke Ibu”“Saya terima usulannya. Tapi nanti siang urusan harus sudah selesai. “Sepeninggal Bu Kepala Sekolah anak-anak pada ribut saling menyalahkan satu sama lain. “Kamu sih tadi ejek-ejekan makanya jadi begini .”“Combro mulutnya nggak bis diatur kita pukulan yuk”“Nggak bisa kamu tadi juga ikut,” Combro membela diri.“Tu Vista marah, makanya jangan begini lagi nggak enak kan sama Vista.”“ Oke oke begini saja anak –anak yang tadi merasa telah membuat Vista marah sekarang minta maaf. Sekarang harus menghadap Ibu Kepala Sekolah.”Akhirnya hari itu juga masalah sudah selesai. Vista yang dari tadi menjauh dengan anak – anak sudah mulai berbaur kembali Namun hatinya masih merasakan kejengkelan.***Sepulang sekolah Vista ngadu ke Mamanya.Mamanya yang baru pedicure manicure sendiri agak terkejut melihat Vista sesenggukan. Nggak biasa anak ini menangis dengan lantang. Apa begitu ya kalau anak selalu pingin diperhatiin.Dengan langkah gontai Vista berjalan menuju ke kamar.“Mama hi hi hi hoo ho “, sambil menangis Vista tengkurap di kasur. “Aku tadi diejek anak-anak hi hi hi “,tangisnya tambah kenceng tidak bisa ditampung waduk Jatiluhur. Tambah dramatis lagi tangannya memukul – mukulkan bantal.“Diejek apaan.”“Hiii hheee hhoooo” mulutnya yang ditempelin di bantal menambah suara-suara misterius. Dia mainin ingusnya naik turun. sentrap, sentrup.“Ya udah jangan nangis terus itu kasian bantalnya nggak sanggup nampung tuh” sambil menunjuk bantal.“Aku tadi dibilang karbol si gembrot aduh hii hii”, tangisnya tambah kenceng. Sampai-sampai Bi Inah yang di dapur lari melongok ke kamar.”Ada apa neng kok nangis.”didatengin Bi Inah Vista tambah kenceng biar dapat perhatian seluruh kampung.“Aduh anakku siapa yang ngatain itu nanti Mama gampar. Aduh anakku kacian, kamu anak yang paling manis sayang,”sambil membelai - belai rambut Mama mengungkapakan kepedihannya.“Ya udah nggak usah kuatir sekarang kamu harus siap ngadepin itu semua”“Aduh mama aku mau langsing sekarang juga”“Mana ada alat pelangsing instant anakku”‘Pokoknya aku mau langsing”“Aduh mam cariin dong dokter kecantikan yang paling kesohor.Aku pingin langsing hii hii”“Oh enggak perlu, melangsinkan itu spesialisasi Mama.”“Oke oke mama punya ide besok sepulang sekolah kamu harus jalan kaki dari pintu gerbang perumahan ke rumah..” tampang Mama serius.“Gila mama mau menyiksa aku yah kan panas, lapar mana bisa aku berjalan aku jadi gempor dong. Hi hi,’ sahut Vista memelas.“:Oke oke gini saja sekarang ikut saja senam di tempat tante Tetra.”***Mulai besok hari Vista ngikutin senam. Senam aerobik di tempatnya Tante Tetra. Perempun langsing tinggi seratus delapan puluh. Masih segar badanya walaupun umurnya sudah kepala empat.“Goyang kiri goyang kanan angkat kaki, goyang depan goyang belakang pelan ambil napas.”Seperti Jane Fonda Tante Tetra memimpin senam. Untung enggak ada anak laki – laki, mata mereka pasti melotot melihat Tante Tetra menggoyang gedung olahraga.“Hadap kiri hayo sambil senyum, ingat jangan lupa lidah jangan sampai kegigit. Loncat, locat kaki mekangkang goyangkan tangan kesamping.”“Satu dua tiga………….terus.” Tante Tetra memimpin dengan serius.Diringi lagu Sheila On Seven dengan rampag mereka goyang seluruh badan. Sedangkan Vista ngikutin senam dengan antusias. Walaupun gerakanya masih kaku tapi dia coba dilentur-lenturin. Apalagi kalau pantatnya bergoyang seolah – olah seluruh bumi bergoyang. Mungkin Mbak Inul, itu tuh Ratu ngebor, kalau melihat pasti iri, calon saingan saya nih.“Vista kalau kecapekan jangan di paksain nanti kakinya pada ngilu. Kamu baru pertama”“Enggak Mbak malah kayak calon ABRI latihan olahraga. Siapa tahu nati masuk jadi POLWAN.”“Iya Calon Biduwan”“Ah Tante jangan dipaspasin dong. “Kemudian mereka melanjutkan senam lagi dengan semangat. “Neng kakinya diangkat yang tinggi biar serempak. Tangannya diayunkan terus kakinya digerakkan ngikuti irama lagu.” Memang sekarang Vista baru giat-giatnya senam. Jadi menjadi obsesi dia sekarang seperti Jane Fonda master senam. Kalau udah begitu nggak ngenal waktu mau ulangan mau pacaran nggak dia gubris. Dia latihan terus sampai gempor.*** Setelah tiga minggu badan Vista tetap melebihi rata.rata. tau nggak kenapa? Tau nggak ??? Itu tu ngemilnya nggak pernah surut kalau habis makan malam masuk kamar terus snack di laci lemari diambil satu persatu. Sambil tiduran kecapekan dinikmatinya snack. Satu kantong abis, dua kantong, tiga plastik, empat, lima, enam……..sepuluh, kemudian sudah tak terdengat lagi kriuk-kriuk.Cuma terdengar dengkuran kekenyangan.***Tetapi semangat Vista melebihi air laut tsunami. Dia cari cara lain untuk bisa langsing, setelah rencana pertama tidak berhasil sekarang dilancarkan rencana kedua. Terapi ya terapi dengan pijat repleksi, tusuk jarum biar gelar karbol beralih darinya. Tiap seminggu sekali ia datengi Sinshe Koh Liem. “Aduh sakit Koh Aduh pelan pelan ““Akhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh”“CAkitttttttt”“Tolonggggggggggggggg”“Lega. Enak terus aduhhhhhhhhhh.”Sampai orang –orang yang datang berobat pada terkaget-kaget. Sampai bisik-bisik diantara mereka. Ini anak mau ngelairin atau diapain didalem. Mudah - madahan selamat. Prita yang dari tadi nunggu di luar jadi gelisah takut Vista kenapa-napa. Dia menerobos ke dalam ruang praktek.“Ada apa ini Koh. Jangan macem-macem ya awas diapa-apain.”“Aduhhhhhh… hhhhhhhhh.” Vista menjerit kesakitan.“Prita jangan teriak – teriak.Tuh Koh Liem kaget sampai jarumnya kedaleman.”bilang Vista kesakitan.“Udah kamu diluar saja aku nggak apa-apa. Nih lihat aku ditusuk jarum.”“Oke – oke saya kira diapain kan jadi kuatir”jawab Prita.“Tidak apa – apa neng ini bial cepet kulus. Bial lemak-lemaknya larut. Neng dilual saja bial pasien tenang.” Koh Liem bicara agak sengau – sengau.‘O ya Koh” Prita ngeloyor pergi ke luar.***.Sepulang dari terapi dibawanya bungkusan. Ternyata isinya jamu. Dengan enggan dia minum jamu. Pahitttt.”katanya.Itu buat mempercepat pelansingan dan untuk mengurangi nafsu makan.”.Dua Minggu, tiga Minggu empat Minggu belum juga menunjukkan perubahan.Upaya Vista ini belum berhasil, tiap pagi jam lima bangun lari mengelingi lapangan. Sudah seperti calon atlet yang mau ngikutin olimpiade. Sampai ia hitungin berapa kecepatannya biar si jago jago lari belingsatan melihatnya.***Namun hasil olahraga Vista tidak menyurutkannya untuk berusaha. Dia coba terus tanpa kenal lelah. Keesokan paginya Vista yang berangkat sekolah nampak kuyu. Tak nampak gairah ngikutin pelajaran Matematika kesukaanya. Rumus-rumus Diferenseial, Integral tidak masuk dikepalanya. Sudah kepalang ngantuk tak bisa dibendung. Setiap kali melihat tulisan di papan tulis udah nampak garis putih miring-miring. Apa kepalanya yang miring atau tulisannya, batinya. Namun tetap saja ia paksain ngikutin pelajaran. Dia tidak mau mencatat, nanti pinjam Prita saja pikirnya.Pukul satu siang ia lewati tapi masih saja mata susah di melekkan. Mata seperti ingin terkatup saja. Bel pulang terdengar berdendang.Namun kakinya susah pula untuk diangkat ngilu-ngilu sepertii kayu, keras. “Aduh gimaa ini Prita, tolong dong kakiku”“Ada apa Vis dari tadi enggak konsen belajar.Apa Pak David yang dari tadi berdiri di kelas enggak mengusik matamu.”“Aduh,gimana ya aku ngantuk Makanya kalau olah raga jangan sampai malam – malam bisa sakit.”“Tuh badanmu sudah ceking masak masih pingin langsing nanti anoreksia lho.”“Aduh ia nih aku lapar”“Aku ikut mobil kamu ya. Tolong anterin”Gampang asal Redo buat saya ya.”“Yang benar saja udah sakit malah dibercandain.”“Enggak aku juga bercanda kok.”Sesampainya di rumah Mamanya geleng-gelng kepala. Aduh Vista apapun yang terjadi itu kamu. Enggak usah dipaksain untuk latihan“Ya Ma.” Baru ini Vista bicara penurut. Nampaknya Vista lemah sekali nggak sanggup lagi untuk bicara.***Memang semenjak latihan Vista yang hebat volume tubuhnya semakin surut, singset. Anak-anak yang tadinya mengejek sekarang mulai mengaguminya.“Hai Vista gimana sekarang tambah gembrot,”dengan logat bataknya Sitorus bertanya. “He anak badung ngomongnya yang benar udah langsing begini dibilang gembrot apa nggak salah liat. Yang bener dong.”“He he sorry kita kan cuma ngeledek maaf ya semoga tuhan menerima disisi Tuhan. Aduh.. maaf semoga Tuhan memberkatimu selalu .” Iya kita kan teman masak saling ejek kan nggak baik.“Waduh sekarang kok berubah ya apa resepnya” tanya Endah yang dari tadi melotoin tubuh Vista model iklan pelangsing tubuh.“Resepnya makan nasi,makan daging, bakso,sayuran , semua masuk diperut maka tubuhmu semakin lansing,” Vista sambil ngeledek“Waduh Vis kamu hebat baru tiga bulan saja kamu sudah menunjukkan bakat seorang peragawati.”“Kok bisa”“Itu tuh kakimu kelihatan jenjang dan cocok mebawakan peragaan busana.”“Aduh makasih ya ““Ini semua akibat dari ledekan anda-anda sekalian aku jadi begini.”ungkap Vista dengan bangga.
OKEOKEOKEOKE*****Aduh makasih ya Ini semua akibat dari ledekan anda-anda sekalian aku jadi begini.




PAK UJO


Waktu menunjukkan pukul sembilan waktu anak-anak istirahat.Yang pagi belum makan buru-buru ke kantin. Kali ini perut mereka sudah pada keroncongan tidak karuan. Pengen cepet – cepet ketemu pak Ujo sang penguasa kantin. Masak apa ya kali ini, ada tambahan menu nggak ?“Pak Ujo aku mau taoge goreng plus telur goreng diobok-obok yang oke ya.” Oceh Prita sekenanya“Wah neng kayak ikan saja diobok- obok. Apa nggak keliru itu yang bener di kocok-kocok.” Pak Ujo menyahut tak kalah serunya“Enggak pokoknya kalau diobok – obok itu akan enak sekali dan kalau ngobok-nngoboknya dengan penuh perasaan akan menambah aroma dan rasa.”sahut Prita tak kalah serunya“Wah ngobok-oboknya kalau pakai tangan kan panas nanti bisa terbakar.”Sedangkan Danu yang dari bel tadi sudah nongkrong di kantin berusaha membujuk Pak Ujo.“Wah demi Tuhan pak ini ngutang dulu ya tadi pagi kecopetan.”“Kecopetan apa jadi copet”, celetuk Vibrio diikuti tawa anak-anak.“Aduh bener nih lihat dompetku kosong melompong.” timbal Danu dengan wajah kemerahan.“Halah nggak punya uang aja ngakunya kecopetan” si Kompreng menyahut.“Serius ni uangku sepuluh ribu amblas.”sambil membolak-balik dompet yang sedang ia pegang.“Nggak bisa kemarin kan belum bayar.”“Ya gimana lagi kalau sekarang nggak punya uang apa saya harus nyuri kan nggak baik pak ““Sekarang baru ada tutup buku bagi yang belum bayar harus dilunasi kalau tidak besok harus libur makan di kantin ini.”, lagak pak Ujo bak pengusaha restoran. “Ah pak ujo dicicil kan boleh. masak kayak rentenir.“ kata anak dipojokan.“Ya boleh-boleh asal selalu makan di sini ya.” Pak Ujo ketakutan kehilangan pelanggan. Maklum saingan sekarang semakin banyak.Anak-anak SMU Unggulan Garuda yang selalu riuh menikmati makanan Pak Ujo yang lezat.
***Ibu kemana Pak kok sendirian?”Ibu sedang dirumah”“Dan lagi kayaknya Pak Ujo kelihatan murung” Prita penuh tanda Tanya.“Iya nih nak ““Ada apa anak bapak sakit?’“Bukan nak,.begini anak saya Rasto tabrakan, Kemarin sore waktu ia nganter gorengan kesini keserempet mobil.”“Waduh dimana?”“Di tikungan dekat patung Sudirman”“Orangnya nabrak ketangkep enggak”“Mobilnya kabur entah kemana untung Rasto ditolong Pak Simin terus di bawa ke rumah sakit. Tapi itu yang saya takutkan.”keluh Pak Ujo memprihatinkan.“Takutkan gimana ?” Vista seakan mendesak pingin cepat tahu.“Kakinya patah harus di operasi.Butuh biaya besar” Pak Ujo tertuduk lesu.Anak – anak yang mulai banyak berdatangan mulai mendengarkan keluhan. Mereka melongo mendengar cerita Pak Ujo.Yang tadinya asyik makan jadi tercekat pingin tahu.“Aduh gimana ya hidup ini banyak cobaan” Pak Ujo mengeluh.“Pak Ujo jangan terlalu bersedih kita – kita akan membantu.” Prita menghibur.Kemudian dari kerumunan kantin menyeruak seseorang. Seorang yang kelihatannya jarang muncul. Mungkin anak baru.“Tenang Pak tenang kami mencoba membantu. Iya pak orang tuanya kaya jadi nggak usah kutir,” teman satunya menimpali.“Jadi Pak Ujo tinggal sodorin berapa butuh uang bapak nanti akan kami bayar.” sambil meembusungkan dada bicara.“Aduh terima kasih nak. Adik baik sekali” sambil tangannya menengadah Pak Ujo berterimakasih kepada Tuhan.“Tapi ingat Bapak harus perhatiin kami.”Yah nak”“Tapi anak – anak yang berkumpul di kantin nampak melengos. Apaan ini anak mau jagoan. Sudah kayak bos.”11111111111111Tapi dilain waktu Vista punya rencana. Sepulang sekolah teman-teman Vista mengadakan rapat termasuk teman satu kumpulannya Prita.Endah Tak lupa ketinggalan Redo yang pasti antusias setiap kali diajak Vista.“Oke sekarang kita punya rencana sebelum Temon membantu dengan pamrih kita harus sudah menyelamatkan Pak Ujo jangan sampai ia terjebak dalam akal bulus.”kata Vista bersemangat. “Iya Vista saya setuju dengan rencanamu. Kita mengumpulkan uang untuk membantu.” “Teman-teman yang kaya saya ataupun miskin berharap untuk dapat membantu. Kalau sekiranya kurang kita bisa jualan atau kerja sampingan.”“Oke kami setuju Vista.Bagaimana Redo kamu biasanya punya rencana yang cemerlang.” Sitorus menyahut.“Eee begini bagi saya kalau itu terbaik untuk Pak Ujo saya dukung dan yang lebih penting SMU Garuda menjadi kuat jangan sampai terpecah.”Dengan gerakan bawah tanah eh gerakandiam- diam terkumpulah uang. Namun nampaknya masih kurang.Tapi mereka tidak kurang akal. “Begini ya kita menurut cerita Pak Ujo uang yang terkumpul masih kurang jadi kita harus berbuat sesuatu”Bagaimana teman-eman kalau kita buka warung tenda di perempatan siapa tahu nambah penghasilan.Oke tapi bagaimana ini warung tenda kan harus buka tiap hariYA kalau kita mampu Begini saja apa yang kana terjadi menjadi tanggung jawab kita Kita temua Bapak Pemimpin rumah sakit untuk memberi keringananO ya kan ada program bantuan kemiskinan dari pemerintahBetul mungkin tiu salah satu caraBagaimana kalau kita menghadap pak LurahBiar saya yang urus bapak saya kan ketua RWOke itu ide yang bagus*******Bagaiman keadaaan sekrangSyukur sekarang sudah mulai sembuhAduh syukur
Dilain pihak Temon tak mau kalah. Dia temui Pak Ujo di warung setiap hari. Sudah sepeti persng baratayudha.Memperebutkan pengaruh di sekolah. Yah begitulah sya entutt












MASTER TERLAMBAT


Aku tidak peduli lagi nilaiku jelek.Pak Kresno marah melulu sama saya. Aku kan jadi bosen mendengar ocehannya. Terlambat sedikit saja dijewer, kan jaman demokrasi nanti kalau pada demo kan berbahaya junjung tinggi hak asasi ku, kan jadi bete deh. Dia harus tahu dong Jakarta ini pusat macet sedunia. Kalau sudah macet berjajar mobil-mobild dari sabang sampai merauke. Ini Negara kepulauan yang siap macet setiap saat. Belum lagi bensin yang susah dicari aduh tukang angkot kesulitan njalanin. Jakarta – Jakarta ibukota tercita.Ditambah lagi mahasisiwa pada mogok kan tau sendiri mereka berani, jaman reformasi jamannya mogok kan. Sebel ini orang gua santet jadi nyamuk .He he santetnya siapa ya .Santetnya apa masih mempan sekarang ya Ah jangan aku dimarahi mama dong saya kan orang baik. Saya harus bangun pagi sekali jam enam atau minta kost deket sekolah. Ya kalau mama ngebolehin. Kalo enggak gue dipecat jadi anaknya.“Ma aku mau kost ya.”“Apa kamu mau kost yang bener dong kenapa mau kost, berantem lagi ya ??????????, apa si Endah enggak mau kau ajak bareng lagi.”“Enggak Mam(gayaku manja deh) aku lagi tebe eh bete, tiap hari dimarahi Pak Kresno aku kan pengen tenang sekolah, bukan dimarahin melulu.”“Atau karena kamu dapat nilai jelek dari Pak Kresno.”kata mama sambil melotot.“Enggak mam aku terlambat melulu nih. Aku udah gak betah tinggal disini daripada dimarahin melulu lebih baik kost saja.” “Ya kamu harus berangkat pagi bareng kakakmu kan satu jalur ke Depok. “Aduh mam aku kan males pagi-pagi bangun enakan tidur kayak nanti mau jadi menteri aja, nyantai ajalah mam sekolah itu yang penting aku dapat kerjaan nanti, dapat duit banyak.”“Ah lagakmu itu, pokoknya kamu tidak boleh kost, biarpun rumah jauh, kamu harus tinggal dirumah. Aku masak mau ditinggal, mama kan perlu temen”Bener juga ya mama dia udah nggak punya suami kalau saya tinggal berabe. Nanti dia nglaya aja ke mall mall cari gandengan batinku.“Ah mama jangan salahin kalau saya terlambat melulu.”Enggak yang penting bangun pagi biar semangat. Rita, Endah kan juga dekat daerah sini. Mereka nggak nggak pada terlambat. Sekarang tidur jam delapan jangan kayak kemarin tidur jam dua belas jam satu apain sih yang dikerjain.”“Enggak Mam aku kan harus belajar, biar gak ketinggalan” lagakku padahal aku curi –curi baca komik.yang tebelnya ngalahin kamus.“Ah kamu aja belajar semalem ngapain itu nonton sepakbola kan sekarang harus tidur sore biar bangunnya bisa pagi.”Terpaksa deh bangun pagisekarang sudah tidak bisa lagi mengheningkan cipta sesuaknyakarena aku harus memprhatikan keleluasaan anak.Mama kalau sudah nyuruh nggak bisa dibantah ini. Vista sekarang mulai tidur sore. Vista terburu-buru pergi ke sekolah. Dia kesiangan mama enggak mau lagi ngebangunin. Jengkel kali ye. Ah aku harus panggil si baling – baling bambu, terbang. Cepet nyampe. Ah biarin lah aku kan pingin enak.***“Bangun - bangun cepat udah jam lima” kata mama mengejutkan.Buru-buru aku bangun ternyata tadi mimpi.Sambil ngolet aku bicara.,“Eh……….h masih enakan tidur Mam.” “Enak aja, nanti kamu terlambat masak molor masuk sekolah, Malu-maluin kan.”“Saya guyur air ni kalau nggak mau bangun.”“Ya, ampun , mah.”Terpaksa deh gue bangun., galak juga Mami gue.Hari itu Vista datang ke sekolah tidak terlambat Pak Kresno yang dari tadi nampaknya udah menunggu di gerbang senyum-senyum.Baru ini saya lihat si killer senyum.“Ya begitu dong datang yang rajin.”Ya Pak”, lagakku sok alim.***Kelas hari ini harus kulalui dengan lancar biar aku dapat belajar dengan baik.Aku langsung masuk ke kelas. Si Combro udah dateng dari tadi. Aku pura-pura tidak tau eh dia ngeliatin gue. Eh gue tunduk aja biar seru.“Eh Vis mana buku matematikaku aku sampai nggak sempet ngerjain PR. Soalnya ada di buku..Kurang ajar ya. ““Sorry mBro aku kan lupa.”“Lupa-lupa, enak aja lu ngomong.”Memang lupa mau giman lagi aku kan sudah bilang kemarin bukumu ada ditempatku, kamu ke tempatku.“Gimana mau ketempatmu pulang sekolah jam enam apa nggak pusing rumahmu diujung barat aku diujung timur.Ya bener dong kalau ngomong.”“Mbro nggak usah marah gitu dong. Tenang saja hari ini Pak Killer sedang baikan dengan aku jadi kamu duduk manis dan dengarkan pelajaran didepan kelas.”“Tenang lagi apa yang tenang.”‘Udah diem, udah gue kerjain ni. Salah benar urusan nanti.”Muka si Combro berubah menjadi redup tidak segarang tadi.“Aduh kamu bikin sewot aja.Dari tadi kek ngomong. Makasih Vis gitu dong sama temen saling bantu.”“Ah kamu kalau ada perlunya baik, kalau sedang usil keluar dah ayannya.”“Eh enggak semestinya kita harus memperhatikan.”***Selamat pagi anak-anak.”.Pak Kresno yang jago karate datang mencak – mencak apa nggak pusing akau begitu aku semakin tidak wajar.Anak –anak mendadak terdiam. Yang tadinya teriakan menjadi tenang.Siapa itu yang duduk di meja. “Kerjakan soal nomer satu.”Si Kumin dasar anak bandel ketangkep basah lu. Kapok nggak, batinku.“Vista nomer dua.” Aduh aku lagi-aku lagi.diincer saja.Anak-anak ini memang susah diatur kalau tidak ada guru pasti pada keluyuran. Maunya cengengesan melulu nggak mau kerja sungguh – sungguh mereka belajar sesukanya.***
EKSKULHari ini Vista rewel setelah disekolah ada acara kegiatan ekskul drumband minta dibeliin stick drum………………… Aku tadi bermain drum dengan Redo.Permainannya enak di dengar dan di terima ditelinga palagi kalau dia mau mendengarkan perlakuannya yang elok untuk dimengerti aku sayang banget sama Redo perhatian aku nggak mau lepas dengannya. Aku inget waktu kemarin ia mendekati mejaku kemudian duduk didekatku aku kan kaget melihat dia Itu pengalamnku pertama ku bagaimana tidak bahagia setia mendengar suaranya berwibawa ceile. Kapan aku mengatakan kepadanya kalau aku sayang sama dia sungguh indah dan bahagia aku ini. Setiap kali melihatnya dikantin tapi aku nggak berani apa ini yang dinamakan cinta atau apalah. Tapi yang aku tahu ada perasaan aneh hii. Didadaku ini lho didalamnya aku semankin mengerti apa ini yang dinamakan cinta ah entahlah nanti aku akan kosultasi sama guru BP, tapi kalau konsultasi nanti ketahuan sama mereka kan jadi malu seadainya aku jatuh cintrong. Eh iya aku kan baru tahu kalau sekarang menjadi seorang perempuan enak juga ya ada yang memperhatikan. Apalagi kalau kita dipinjem catatanya aduh sangat besar kepala. Si Endah aduh mau juga ya dia mendergarkanku. Aku jengkel diledekin si Rica apalagi kalau dia mau mendengarkan aku setiap aku memahami dia. Erica ini bagaimana aku kan belum mau pacaran aku sudah diwanti-wanti in buku “Kamu tidak boleh pacaran sebelum kamu lulus S1 dan punya kerjaan sendiri kalau nggak begitu kamu tidak akan lancer. Ibu mencari uanga hanya untuk sekolahmu bukan untuk pacaran. Kamui inget pesen almarhum ayahmu aku harus sekolah tinggi.”Adu aku kan serba salah kalau ada cowok yang naksir aku, eh kayak pegadaiaan aja ditaksir.Apalagi cowok –cowok itu lancang minta ampun aku disuit-suitin kayak burung perkutut apa. Kita juga manusia punya rasa punya hati.ngaco aku ini nanti bisa- bisa dituntut Seriues si anak gondrong-gondrong itu. Yang kite-kite kan iolakan mereka. Apalagi lagunya tuh kenceng nbanget kakak kan sering nyetel kasetnya kenceng-kenceng. Sampai kuping ini tebel isinya nada-nada tak karuan Kak Pligo gitu sih kalau tidak ada ibu aja selengekan setel tip kenceng-kenceng kalau ada ibu baru sok alim.Bisa-bisa didamprat abis.Ibu tadi Kak Pligo stel kaset kenceng sampai tetangga-tetangga demo didepan rumah apa ngak gila itu. Nanti kalau kita diusir dari sini kan gazwat. Ibu mau tinggal dimana coba dikolong jembatan kan nggak mungin kan sudah dibooking sama manajenmen Dewa buat videoklip eh ngaco kamu, Mana Pligo dia dikamar atau dikebun belakang.Tugas -tuganya hari ini apa sudah selesai belum Kalau belum harus push up 10 kali ditambah makan nasi satu bakul ditambah cari cuit buat gantiin nasi yang dia makan biar kapok.Eh ibu jangan gitu dong kita kan anak – anak ibu yang setia kami kan tidak ingin dipecat jadi anak kan tidak ada mantan anak, yang ada mantan isteri/suami Hush, yang bener dong kamu aku kan sudah mulai ngerti sikap kamu sama ibu sekarang sudah mulai tidak patuh.Ibu jangan mengungku begitu dong .menghukumku berarti itu dosa berkeanjangan maka jangan dihukum aku ya bu aku sudah kapoh .Kapok-kapok sekarang kapok besok kapok kapan mau berhenti kapok-kapokan.Ibu ini kayaknya jualan pisang kapok eh kepok.Iya bu aku kan perlu becanda dengan ibu sekali-kali kan enak ye.Beginilah kita sebagai amnaIbu selalu becanda.Pura-puranya ibu marah jadi kita susah mbedain dia marah atau kagak..Enak ya kali kalau punya orang tua kayak gini terus bisa buat curhat ngertiin kita saat kita sedang susah sedang sedih sedang …eh kok yang gak enak melulu.Aku jengkel dari tadi aku disepelein sama Pak Japar aku tidak mengerti bagaimana ini terjadi setelah sekian waktu kita bekerja tetapi kita tak tahu akan hal yang perlu ini harus diperbaharui …………………………….Ah nggak usah pusing sebentar lagi kan libur sekolah. Kita ngadain camping di hutan LAwu apa nggak seru bisa ngerdengerin suara alam.Waduh Si Vista kalau provokasi orang sampai jingkrak-jingkak nggak tau waktu Memang semenjak waktu diberesin sama si monyet itu semakin aku ngak tau arah alamak si Kodoi bawa – bawa senter patung apa nggak aneh itu .ya ampun semakin lama semakin kabur arah perjuangan













VISTA SANG PENULIS


Vista tadi membaca koran harian ngikutin kebiasaan Mama Seorang penulis muda bisa meraup uang tiga puluh juta setelah dicetak ulang dua belas ribu ekslempar dalam waktu lima bulan. Jadi setiap bulan dia dapat uang lima juta. Gila itu anak masih SMA tapi udah mbrewu bisa-bisa remaja kaya raya tua foya-foya mati masuk surga. Eh enggak ya itu sih tergantung orangnya mau.Biarinlah aku juga pingin jadi penulis. Sekarang aku menulis sedikit demi sedikit lama – lama kan jadi banyak. Malah bisa-bisa jadi buku he,he Vista bekhayal. Dan lagi harus rela berkorban ya waktu, ya pikiran, ya segalanya bias berhasil.Sekarang Vista lembur sampai malem. Sampai tahu-tahu udah jam dua belas. Dia ketik sedikit demi sedikit di depan komputer. Biar jelek kalau karya sendiri ya puas saja.Aku nulis kok salah-salah melulu ini kan jadi kacau . Gua robek tulisanku aku tulis lagi pelan – pelan dan kutulis kembali waktu mandi tadi. ‘Saat mandi aku memakai sabun terus luluran dan aku guyurkan air ke badan ku sungguh segar dan nikmat saat aku mulai handukan kuusap-usap’ eh ini kok kayak stensilan aja porno ah. Gue coret lagi, gue robek lagi. Vista melamun dan terus berkhayal terus mencoba untu dapat menulis dengan baik.Coba menulis kembali ‘Aku tadi mandi terus cepet-cepet ganti pakaiaan bangunku agak kesiangan nih. Aku berangkat sama Kak Pligo naik angkot jurusan pasar Minggu. Nunggunya lama banget biasa macet aku harus sabar. Jadi anak Jakarta tak boleh rewel end cengeng ….Nah ini baru catatan harian. Vista baru menemukan format tulisan yang benar menurut ukurannya.***Kerjaanku sekarang nulis catatan harian biar nanti bisa aku gunain untuk bahan cerita. Buat nulis cerita untuk ikut lomba nulis novel. Aku berkayal kalau aku menang bukuku akan dicetak ulang sampai ribuan dapat uang dari royalti lumayan bisa nambah-nambah buat sekolah kan tidak harus selalu minta sama mama malukan kita. Ya kerja yang halal dan gratis modal kosong ya begini nulis. Iseng-iseng siapa tahu berhadiah kan enak jadi pemimpi kalau nanti dapat sekian juta kita beli ini beli itu malah kalau bisa beli mobil mewah. Yah aku kan jadi bangga kalau hasil jerih payah sendiri. Apalagi saya masih terkenal sebagai anak Mama yang cengeng tiada hari tanpa Mama. Kalau aku bisa cari duit nanti kan Kak Pligo jadi malu sama gua .Adiknya sudah bisa cari uang yang lumayan kan hebat tiada duanya. Kalau itu berlanjut aku pengen nulis terus sampai kepalaku beruban. Kayak NH.Dini atau Ramadhan KH atau Sitor Situmorang atau yang lain lagi wah hebat kan. Karyanya kan bisa di nikmati banyak orang Lebih lagi kalau bisa buat jalan-jalan ke luar negeri jadi ya bisa cerita Kunang – kunang di Manhatan seperti Umar Kayam. Seandainya lagi nanti suamiku pilot atau duta besar minimal diplomatlah bisa menikmati perjalanan gratis, yang membiayai kan Negara. Akan kutulis cerita yang berbeda sekali. Mbak Ayu Utami jadi malu kalau ketemu saya, karena saya sudah sejajar dengannya. He he he Vista berkhayal berlebih.O iya aku tadi ketemu sama wartawan temenya kak Pligo tapi dia usil banget aku dicolek-colek lagi . Jengkel kan kalau begitu aku kan nggak ingin kayak perempuan murahan. Pingin dihargai seperti mentari dinanti tumbuhan seisi dunia. Aku sekarang kan udah langsing apa nggak Redo terpaku melihatku. Uhuiii asyik kan.***Sebenarnyadia baik mungkin karena Vista kecentilan kali. Kemudian Vista tanya macem-macem tentang kepenulisan. Sebab sekarang Vista punya hobi yang baru. Mungkin nggak dia nanti jadi wartawan kan nulis ada hubungannya. Bisa mewawancarai Pak Presiden, wawancara sama anggota MPR, wawancara dengan ahh pokoknya bisa dengan siapa saja. Dan lagi jadi wartawan kan bias leluasa mengungkapakan pemikiran dengan merdeka. Itu sih khayalanku. Tapi nampaknya Mas Jaya kurang suka. Apa karena dapat saingan baru ya seperti aku, ah Vista membanggakan diri.***Sudah sepekan ini Vista nulis terus sampai temen-temennya pada sewot. Setiap kali diajak jalan katanya “saya mau nulis dulu sebentar hari ini . Itu jawaban yang paling terkenal selama ini. Aneh kan dulu Vista yang demen ngeluyur kalau istirahat sekolah. Sekarang kok melamun melihat ke dinding kelas. Habis melamun tertawa kecil seperti menemukan ide besar. Baru kemudian digoyangkan bolpoinnya membentuk kalimat. Hebat kan. Nampaknya sih dia sekarang mulai mahir bercerita lewat kata-kata. Kalau sudah suntuk diambilnya kertas ukuran folio di tasnya ditulisnya puisi – puisi cinta siapa tahu Redo suka. Kalau sudah begitu Vista akan diajak nonton film. Filmnya Mas Riri Reza aduh yahud banget isinya Apalagi kemarin melihat film Soe Hok Gie. Pemuda lulusan universitas di Indonesia masa-masa tahun enampuluhan. Jiwanya memang idealis. Seandainya Indonesia isinya seperti dia pasti deh akan muncul pemikir-pemikir yang murni. Yang tidak cuma bicara dibelakang tapi mampu memberikan kritikan, pemikiran pada penguasa. Tidak Cuma lomba korupsi, lomba kok ngumpulin harta negara .Ehh aku ini kok bicara politik sih.Nanti bisa kayak Mas Munir di racun.Tapi ya kurang ajar sih enak-enaknya hidup e dimatiin itu kan nggak benar kan. Jiwa pemberontak eh…jiwa perubahan Vista muncul. He tau enggak nak-anak ada rencana untuk mengerjain si Vista biar nggak sok sibuk. Bisik –bisik tadi mereka merencanakan di toilet saat Vista sibuk di kelas nulis-nulis terus sampai kelupaaan sudah jam untuk belajar. Vista ini sudah jam belajar bukan untuk nulis buku harianEh iya aku tadi denger kring kring saya kira orang jualan es.Gitulah kalau sudah nikmat dengan bolpoin dan kertasnya. Menurut rencana Endah pura-pura kehilangan kalung sehingga satu kelas kebingungan. Kan yang ada dikelas cuma Vista. Tuduhan jadi cuma satu Vista. Rencana di jalankan Endah lapor ke pak Karsono guru piket. Biar kapok katantya. Orang kok nulis melulu nanti kalau tanganya gempor gimana kita-kita kan yang rugi harus nyumbang buat berobat.Sekarang anak – anak yang ngadu sama Pak Karsono. Semua tas digeledah ada razia,kayak polisi aja. Terus mereka disuruh keluar kelas untuk berbaris di lapangan dengan dijemur. Masak setiap bulan ada aja yang dijemur dihalaman memangnya pakaian biar kering. Pak Karsono marah-marah melulu biar terlihat galak kali terus kalau gitu Pak Karsono kayak Gatutkacakaca kacak pinggang mau terbang aja.Anak-anak pada ketewa-kertawa yang tahu bahwa mereka sedang mengerjain Si Vista .Si Endah pura-pura sedih biar tambah suasana serem kalau gitu kan asyikSaat itu juga anak –anak kelas IIB disuruh keluar semua dan saat itu si Tina mengambil buku harian VistaMemang dibuat suasana agak serem biar tambah menakutkan. Anak-anak kan jadi njengkerut mbegidik kalau ditambah lagi Pak Japar marah. Dia kan orang paling galang sesekolahan. Biar tahu mereka.Komplotanku kayaknya juga pada tahu tapi mereka agak ciut juga. Biar-biar nanti aku bilangin.Semenjak itu aku semakin waspada kalau-kalau ada sesuatu yang tidak mengenakkan pasti Endah yang berbuat Vista nggak usah dipikirin mau menag mau kalah ya utu kan kebeuntugan nati kalau toh dapet ya dapet.Gimana nggak ngamuk tadi didamprat Pak Rudi segala hal di rubah apa kita nggak oon kalau gini terus Ya yang penting usaha kalau nggak dapat ya urusan nantiOke-oke tapi kita harus berusaha semapu kitaVista mondar manir saja nggak bisa tidur apalgi belajar hanya buat ngurusin kayak gituan.Guling sana guling sini sampai tak karuan
Sampai mama mikirin dia takut anaknya jadi gila .Setiap malem nggak tidur paling tidur sejam habis itu matanya melek melulu kan nggak srong kalau gitu Nasib Vista.Vista kamu harus makan biar nggak kurus kalau kurus mudah terseang penyakit
Apa nggak kebalik itu ma Kurus kan malah sehat kalau tidak terlalu kurus .Dan terlalu gemuk akan menyebabkan terserang penyakit oke. Waduh kau ini Vista kayak calon dokter aja Mama diguruin melulu.Anak jaman sekarang sudak jaman edan.



LOMBA MADING


Hari ini ada rapat anak-anak madding untuk persiapan lomba dikabupaten.Kita uah biasa jagoan menang jadi tidak usah kawatir kalau kalah.Persiapan kita kita mateng-matengin biar nanti tidak kalah yaw ajar aja teori – teori bahasa kita gunain sepuas-puasnya.tapi kita harus bisa mengolah sebaik-baiknya biar nati bisa terdeteksi kesalahan-kesalahan yang mungkin biar tidak berbenturan dengan keinginan juri-juri nanti.Biasalah juri kan makluk yang tidak bisa diganggu gugat jadi ya perlu perhatian dengan karakteristik mereka dan mereka umumnya idealis masih menginginkan sesuatu yang sempurna.Vista yang ketua madding sibuk banget lari-kesana kesini cari informasi bagaimana membuat tulisan yang bagus sesuai dengan selera Yuri ya maklum saja.Wawanara sekarang mau dilakukan dengan bapak menteri hebat nggak kayak jam terbang wartawan saja. Sekarang kan mau mendekati hari anak nasional ya protoler kepresidenan harusnya ngebolehin wawancara. Pertama kita tulis surat ke lembaga kepresidenan lalu kalau ada jawaban bisa atau enggak tinggal kita tunggu aja.Waduh jadi wartawan ribet juga bawa kamera bawa catetan untung sekarang ada alat perekam canggih-acngih kan jadi bisa Vista dari tadi gelisah aja. Tanya Bu Sumirah biar yahud tulisannya. Sedangkan si Endah dari tadi membuat kartun yang mirip-mirip dengan kartunis kondang. Enggak masalah kalau ada kekurangannya.Aku ini harus Adu kamu ini aku kan sudah lama mau mendengarkan ini ma………………………………………Aduh kamu ini gimana sih kerja aja kok nggak niatapa yang akan kaucmakan itu kan akan mempengaruhi karirmu duniamu apa kamu nggak tau itu akan membawamu ke hidupan yangnelongso kabur kanginan ya kamu harus dengarkan ini untuk masa depanmu untuk keberhasilanmu itu hanya kamu yang menentukan
Suasana harum yang kamu tiup dar gemerlapnya dunia akan kamu hirup sebagai…………………Hari ini Si Tomboy itu mau mebuat acara yang gila-gilaan lomba lama-lamaan beridi di lapangan sekolahapa nggak gila. Setiap kelas sudah mempersiapkan orang-orang yang siap memulainya

EUREKAWah si dul sekarang mau coba teliti barang – barang yang aneh-aneh biar dapat nobel. Apa nggak hebat nanti kalau kita dapat nobel.Masak cuma orang asing doang yang dapat nobel kita kan juga bisa . Dia teliti anak- anak yang suka makan permen karet apa nggak karetnya nempel diperut kalau udah gitu kan bahaya buat buang hajat uh ngeri kan kan kalau mampet didalem.Kan bisa jungkir balik neliti dilab biologi. Badung-badung masih bisa buat penelitian yang heboh. Gitu kan hebat
****
Gini Beta apa kamu tidak kasihan pada si Vista yang udah dari tadi ngeloyorke san kemari







X.PAPA TIRI


Sudah beberapa hari ini Vista menjadi anak yang pendiem. Kalau udah diem akan cuekin seisi rumah. Papasan dengan Mbok Nah melengos ke kiri papasan dengan Beta melengos ke kanan udah deh kayak uler geleng kiri geleng kanan kelojotan. Apalagi kalau papasan dengan mama tambah cuek bebek. Ini anak baru senewen amat sih. “Ada apa Vis kayak anak linglung gitu. Apa nggak ada kata yang bisa diucap.”Diem saja Vista dengan wajah merengut masih ditunjukkan kesebelannya.
***Anak ini memang deh jago cari musuh aapagi kalau ngadepi masalah. Syukur bisa menyelesaikan masalah sendiri. Baru ngadepi masalah remeh udah lagaknyya kayak ngurus negara dengan menteri – menteri ngadepin anggota DPR yang suka jalan-jalan. Pulang sekolah baju ia lempar saja ke kasur nggak karuan. Belum lagi buku-buku berantakan kayak gudang udah deh ini kelewatan. Kalau ada masalah yang sekiranya memusingkan akan jadi semarawut. Kalau sekedar masalah dengan teman-teman itu nggak terlalu ia pikirkan. Ini masalah dengan mamanya. Sekarang Vista jadi uring-uringan .Apalagi tadi pagi waktu dia mau pake sepatu marah-marah sama mbok Nah. Yang sepatunya belum dicuci, belum dimasukin talinya, ah mbok Nah sampai ikut-ikutan pusing, kepalanyan diperban pakai koyo. Aduh Vista gimana ini sampai berubah drastis.***Mamanya mau kawin lagi membuat pusing tujuh keliling. Mamanya yang selama ini paling deket dengannya ternyata diem - diem menjalin cinta dengan Si Kumis. Kan jadi pusing nanti kalau punya bapak tiri hi serem. Ada yang di sakiti, dicambuk apalagi sampai diperkosa kayak di TV kan serem. Bapak tiri kan kejem.Bayangan Vista udah yang enggak-enggak. Dunia seakan hancur berkeping-keping dimakan bethoro kolo. Belum lagi nggak bisa tidur sama mama lagi kan jagi ngeri sendiri, biasa ni kelonin sama mama. Hii. serem ada papa tiri.Ya ampun mamaku bisa jatuh cinta lagi. Saat ini jadi yakin kalau selama ini dengan Pak Kumis diem-diem lirik-lirikan terus. Ternyata ada rasa. Pak kumis sih sukanya nggodain mama. Apalagi Mama ke pasar dia selalu membuntuti terus. Goda-godain,suit-suitin sok alim lagi. Mulanya nggak sengaja di pasar pas mama mau beli tomat Pak kumis kan pedagangnya yan kalau tiap hari dikasih kortingan apa ngak terpana.Ya ampun punya papa tukang sayuran. Jangan sampai terjadi.Vista sudah tidak bisa tidur.semaleman jungkir balik sampai mamanya ngebangunin Ini harus aku tentang sekuat tenaga. Sampai darah penghabisan aku nggak mau punya papa tiri. Duniaku nanti bisa hancur berkeping-keping.Syukur kalau kepingannya cuma separo bumi aku kan bisa ikut bumi A atau bumi B lha ini kalau kepingannya banyak kan ngaak bisa sekolah lagi. Dunia jadi sempit lagi.”Haduh aku ngaco lagi.”
“Ma, Vista mau nanya nih mama sayang sama saya atau sayang sama Pak Kumis kalau sayang sama saya tinggalin tuh pak kumis biar aku bisa bisa leluasa di rumah ini.”‘Tapi… tapi… tapi.. , sampai tiga kali dia bertapi-tapi. Kalau mama sayang sama Pak Kumis saya yang akan pergi dari rumah ini. Ancaman Vista kayang garong yang mau ngambil harta.Sampai mamanya mikir tujuh keliling kali bisa lebih seribu keliling. Sedut senut sedat sedut wajahnya tambah berkerut mondar-mandir belum bisa jawab.Mamanya yang biasanya berwibawa ini menjadi orang yang culun. Aduh ini pusing juga Pak kumis, ….Vista …Pak Kumis Vista aduh sampai jarinya ngitung - ngitung bergantian sampai lima kali Vista … Pak kumis … Visita … Pak kumis“Gini Vis “mamanya mulai pembicaraan. “Duduk disini diruang tamu.” Aduh kayak rapat pleno pemegang saham.“Saya sangat menyayangimu dan keluarga adalah nomer satu yang aku harapkan. adalah kebahagiaan anakku. Cuma satu dari anakku kamu bahagia dan mama bahagia itu saja.”Mama kelihatan udah lega bisa ucapin itu“Mengenai Pak kumis “,sambil menghela napas mama terdiam setengah menit.“Itu akan saya selesaikan terlebih dahulu dan akan saya jawab minggu besok.”“Aduh mama itu terlalu lama. Saya minta dead line besok kalau enggak aku pergi”“Oke-oke aku akan jawab besok dan berusaha menyelesaikan ini secepatnya.”
***Keesokan harinya pukul tujuh pagi Vista udah nunggu jawaban dari mama mau lihat mama serius nggak. Dan disitu Vista udah nyiapin pakaian satu tas besar ditambah bantah boneka kesayangannya. Ini cara vista untuk ngancam mamaya kalau jawaban tidak pasti hari itu juga ia akan pergi dari rumah. Biar saja rumah ini tambah kacau.batinnya.Sedangkan mamanya dari tadi di kamar mondar-mandir. Kadang dia keluar pintu ngelongok ke depan rumah kayak nungguin seseorang. Ia nggak tahu siapa yang ia tunggu. Mama ambil handphone di sakunya kedengaran sayup –sayup suara dari seberang “saya sudah dekat sebentar lagi”.Kemudian mama kembali ke kamar beberapa saat datang seseorang. Vista nggak nengok, diam aja .Mama keluar kamar .Membukakan pintu. menyuruh duduk didekatku tapi aku takut. Menengokpun tidak.“Mau kemana neng, bawa tas besar mau ke kota ya” kayaknya aku kenal suara itu, iya suara yang waktu kecil aku dengar . Siapa ya? Kemudian aku menoleh. Papa.Aku setengah terhenyak. Aku peluk, cium dia. Tak disangka papaku kesini Vista nangis sesenggukan. Terisak – isak. Meluapkan kekesalannya pada mama. Vista masih terus nangis sampai terpuaskan baru terdiam.Aku ceritain semua kejadian. Mama mau kawin lagi.Tapi sepertinya ekspresi papa biasa- biasa saja. Kemudian dia berkata dengan lirih, “Sudah-sudah, mama udah cerita semua kamu nggak usah kuatir. Ini semua juga dari papa kamu nggak usah nangis. Jadi kamu baik-baik saja.”Nanti saya certain semua kalau kamu udah berhenti nangisnya. Sekarang itu lap ingusnya. sambil ngasih tissue ke Vista. Sekarang nampaknya Vista sudah redaPapa kemudian siap – siap bicara.“Begini Vista kamu sekarang kamu sudah besar tahu keadaan Papa Mama jadi kamu harus siap memerima resiko hidup, menerima kenyataan iniVista tetap punya Papa satu saja Papa dan Mama akan bersatu lagi.”“Papa mau baikan lagi sama mama”“Ya.” Kata itu melegakan Vista“Jadi yang selama ini kamu duga itu Pak Kumis itu saya ini”“Oh papa nggak bilang dari dulu.”Kebahagianan Vista semakin besar dari tangis kesedihan kembali menjadi tangis keharuan kebahagiaan.Tak di sangka Papa akan baikan lagi. Vista dapat hidup tenang dengannya. Dan tidak punya papa tiri.









KAFE TENDAKelanjutan dari usulan anak-anak waktu dulu unutk membuat warung berlanjut sampai sekarang. Merek tidak lagi hanya buat cari dana sekarang mereka semakin mengerti untuk keperluan si Butet yang kelamaan hidup di Jakarta yangkelaman jadi ya sendirian di Jakarta. Apa boleh buat harus siap hidup. Dengan dukungan aanak –anak Udah deh karena usulan anak-anak untukmendirikan warung atau apa namanya jadi anak – anak sudah bersiap-siap untuk melewati hari- hari yang selama ini mereka harapkan dan ini menjadi kewajiban sebagian orang kalau semakin lama semakin kompak daalam bekerja Si Vista Sitorus yan dari tadi udah persdiapin masakn – masakan yang umum dijual gago – gado super lezat , gudeg mantep, minuman jus segar dah banyak lagi .Bukan main anak ini kalau suah keeakan membuat makanan semakin lama semakin keenakan ini yang membuat mereka kompak.









TIDAK BOLEH PACARAN


Aduh ampun pak Ampun saya tidak salah (seperti mendengar bisikan katakana saja sekarang itu orangnya ada didepanmu)Maafin ya aku tadi khilafBesok saya boleh terusin kanKalau boleh saya pinjam (sambil menngok kesmping dia mencoba duduk)Pinjam ya itunya nanti saya kembalikanBoleh-boleh saja tapi ya harus diperhatikanKlau memang dirahasiakan saya akan diam biar orang lain tidak tahu.Baik-baik akan saya lakukan semuanya asal ingat saya tidak bisa diaturDiatur untuk tidak berkata jjur Ini semua hasil kerjaaanmu aku nggak mau bertanggungjawabKurang ajar kau Kudepak sampai mampusAduh ampun saya saya nggak bersalah(aku mulai berdiri sikap tegas menantang)BAik – baik kalubegitu perhatikan ksehatanku kalau kita tidak maumengalah aku akan selalu memperhatikan perbedaan yang selama inikau pendamaku akan lari dari kenyataan iniAku mau bunuh diri>>>>Dari tadi Mama Vista ndenrerin sambil tiduranDia biarkan saja anaknya yang dari tadi ngoceh kesana kemariMaafin Ma mamafin (Vista belum sadar juga)Memang ini salahku Ma aku mau pegi jug(karena ksihan Mama Vista ngebangunin)Ada apa kamu ini dari tdi ngoceh saja. Bangun-bangun kalau tidak bangun aku mau pergi saja.Ya sudah kalau begitu .Saya mau pindah kamar sebelah ingat ya perhatiakan.Bangun-bangun belum bangun jugaAda apa Mah. Ada apa aku kan baik-baik saja kan Bagaimana ini khayalanku jadi kabur.Ah kamu dari tadi ngelindur masak bicara sendiri kayak ngomong sama orang.Apa kamu dibisikkin setan Apa kamu bersalah sama seseorangHi hi jangan dulu Ma aku mau tidur duluan maAku masih belum sadar sambil memelas Vista kebingungan diantara alam nyata dan tidak sadar.Ya udah sekarang kamu doa dulu sanaJangan sampai kejadian seperti itu lagiUntung kamu tidur sama mamaKalau sama teman-temanmu kamu bia ditetawainAduh aku sudah pusing tujuh keliling ini ***Semenjak kejadian itu si Vista tidak berani lagi tidur sendiri dan yang paling penting kamar harus dikunci dari dalam Kalua cuma ngelindur tentang teman teman gak apa apa. Tapi kaluau ngelindurnya tentang si Redo wah bisa –bisa ketahuan seisi rumah. Mama udah lama wanti –wanti “KAMU TIDAK BOLEH PACARAN SEBELUM LULUS SMA” Kata kata ini terngiang –ngiang diseluruh kujur badan Vista. Gelagapan kalau ketahuan mama yang sebenarnya. kalau cuma mendengar cerita teman-teman Vista sih nggak masalah masih bisa ditangkis dengan kata-kata pembelaan.“Ma, Vista nggak pacaran tapi kita memang berteman dengan banyak laki-laki. Ya dengan Pligo.Deta, Diko ,Pinto yah biasa lah dengan banyak teman kita berlatih komunikasi,” gaya Vista sok diplomatis.Apalagi kalau banya temen kan nambah pergaulan,nambah wawasan tidaj jadi kuper.Ditambah lagi dengan berteman dengan cowok – cowok kita bisa aman. Dan lagi kita bisa ditraktir terus enak kan.Ditambah lagi bisa mendapat ilmu beladiri“Udah udah ditamabh melulu.Pokoknya kata-kata mama yang dulu tidak boleh dilanggar kalau dilanggar ya tahu akibatya,” kata Mama sok garang. Maklum jadi single parent kali karus bisa jadi bapak dan juga jadi ibu kapan galak kapan bisa alus.“Oke ma saya sekarang kan belum pacaran malah Kak Beta yang suka pacaran melulu ma. Gayanya suka terktir cewek –cewek Suka main perempuan”Punya penghasilan saja belum.Ingein dong ma keuangan kita nanti kan jadi amburadul.Tapia awas kalua kamu yang malah pacaranOke lkalau ketahuan nanti bilang sama mama akan diusut tuntasWaduh mama ini kayak KPK saja diusut, diadili aduh.Iya harus begitu anak akan harus ngertiin dong sama mamaUdah jadi janda malah pada selengekanOke Ma kami bertiga mau mengadakan ikrar kesetiaan deh pada Mama, tidak mau melawan kecuali kepepet,mau jadi anak rajin kalau mau Tes dan mau jadi anak pintar.Waduh ini juga seperti anggota patai saja.Udah yang penting sekarang buat kegiatan yang isa menghasikan uang.Apalagi jaman krisis iniharus kreatif.Oek mama bye –bye saya mau cari inspirasi dulu mau buat apa mau kerja apa yag sekiranya bisa Bantu Mama.****Vista menemui kakakya yang ada diteras yang dari tadi baca buku tebe. Waduh kayak professor nih.Apa nggak bisa diganggu He sambil bersuara garangAda apa kau VistaIni kak bisa dong batu kita
Beta bisa –bisa dikerjain seumur hidup.
Sekarang jaman edan orang benar jadi salah yang salah jadi benar kita harus konsisten dengan itu semua menghargai semua orang jangan hanya karena kita mandek terus tidak memperdulikan lingkungan .MATI SURIDIKEJAR SETAN DIKEJAR SETANIni kan baru musim mangga.Anak-anak kalau melihat mangga kayak melihat raksasa dilaut.Mau dinikmati setiap ari> Apalagi kalau di lotis.Mereka akan suka sekali.Dan terlebih akan dinikmatinya dengan srius setiap mangga-mangga yang dipetik.Ngak tau asalnya yang penting dinikmati. Syukur-syukur bisa
NANGIS TERUS MAMA PERGIJAMAN EDAN

HARAPAN JANJI

Oleh: Remitri Subianto

Cinta tak harus memiliki. Kata-kata itu serasa tepat sekali, aku memang masih mencintai mantan kekasihku namun aku harus realistis bahwa aku tak bisa memilikinya. Ya hari ini setelah sekian waktu aku di tinggal ke Jakarta, setelah kami ber SMS-an di waktu luang di antara kesibukanku bekerja aku bertemu kembali dengannya. Suatu kebahagiaan tersendiri tentunya.
Seakan kehilangan satu episode perjalanan kehidupanku dengan dia. Aku di jemput di jalan Thamrin tempat biasa aku ngantor. Setelah sekian waktu kami menyusuri jalanan yang macet akhirnya kami parkir di sebuah restoran pusat kota. Kami memesan makanan yang ringan sekadar pengganjal perut saja yang penting pertemuanku untuk melepas kangenku. Perasaanku itu memang tidak bisa aku pendam karena dengan sendirinya wajahku akan memerah, ya seperti dulu waktu pertama kali bertemu saat kegiatan penerbitan Kampus di Universitasku, aku malu pada teman - teman saat tak sengaja aku memeluknya pada saat inaugurasi pada orientasi kampus karena bersenggolan sesame teman, wajah merahku itu tidak bisa aku sembunyikan, maklum aku baru merasakan cinta pertama. Mungkin aku agak terlambat merasakannya tapi bagiku itu tidak masalah. Waktu itu Mama memang melarangku untuk pacaran sampai aku lulus kuliah namun aku nekad saja. Kutabrak saja larangan itu saking pengennya merasakan cinta.
Dan sekarang aku bertemu lagi. Aku bangga dulu memiliki dia, sekarang tambah gemuk, tambah chic. Tapi ada semburat rahasia dari wajahnya, terlihat wajah kelelahan, kuyu nampak kurang bersemangat. Bahagiakah dia dalam perkawinannya, tanyaku dalam hati.
Dia duduk di depanku menghadap meja bulat. Dicicipinya makanan pembuka. Kupandangi dengan seksama. Dia masih seperti dulu tidak suka merokok walaupun terlihat di bibirnya kehitaman. Ya memang dia idamanku laki – laki bukan perokok, sederhana nggak neko-neko dan lebih lagi laki-laki rumahan.
Dia mulai bercerita dengan desahan panjang. Permalasalahan – permasalahan dia kuak sedikit demi sedikit. “Gimana kamu dulu menikah kalau kau terpaksa menjalani?” tanyaku kala itu.
Diminumnya gelas berisi jus yang dipesannya. Diteruskannya percakapan itu.
“Nggak tau Dik aku seakan harus menjalani pernikahan itu aku tersihir oleh keadaan, ya kesepianku disini tidak ada teman aku bercurhat. Dan cuma dia yang waktu itu mau mendengarku. Dan sekarang setelah setahun banyak sekali ketidakcocokan kemanjaanya yang membuatku menderita Dik. Segalanya harus di layani sedangkan aku, kamu tahu kan aku orang yang mandiri nggak mau dilayani pokoknya saya ini merasa bisa mengerjakan semua sedangkan dia,Ughh.” Nampak kemurungan dan kejengkelan di wajahnya.
Dari tatapan matanya aku tahu dia masih mencintaiku. Dia mulai bercerita tentang kami dulu. Dari rentetan cerita waktu pacaran dia masih ingat. Ya dulu dia memang nakal selalu menjahiliku mengganguku selalu miscall waktu aku konsentrasi belajar. Kenangan itu tak bisa dibuyarkan oleh waktu. Dan ketika kami berbocengan ke Yogja naik motor kami sangat bahagia, waktu itu kami berpelukan di jalan dan mungkin pepatah lama dunia milik kita berdua berlaku. Waktu itu kami sudah pacaran empat tahun.
“Apakah aku akan bercerai sayapun tidak tahu, walaupun saya tahu Tuhan nggak berkenan dengan itu. Tapi kalau itu jalan yang terbaik saya akan taat dengan lika – liku kehidupan ini”, Dia memulai lagi dengan keluh kesahnya. Akupun berusaha menjadi pendengar yang baik walau dalam hatiku merasakan kasihan, beginikah orang yang pernah kucintai merasakan kepedihan.
“Aku dalam pernikahan seakan tertekan dan nggak merasakan kebahagiaan, apakah seperti ini kebahagiaan itu. Akupun berusaha konsultasi dengan orang – orang yang berpengalaman dalam perkawinan, dan mungkin mereka merasakan hal yang sama, namun sekarang seakan aku merasakan sendiri seperti hukuman aku meninggalkanmu” terlihat air mata menggenang di sudut matanya. Dia nggak terlihat seperti yang aku kenal dulu laki-laki yang tegar, tegas dan keras kepala.
Memang dulu ia brengsek meninggalkanku begitu saja, seperti barang yang tak kepake di buang ke tempat sampah. Walaupun waktu itu itu aku menangis sejadi – jadinya masih ingin aku bersamanya. Dia akhirnya tetap mengucapkan kata – kata yang sangat kubenci.
“Dik aku sepertinya harus putus sama kamu aku seakan sendiri di kota ketika aku pengen sharing kamu masih disini dan aku kesepian Dik. Kamu masih harus menyelesaikan kuliahmu. Mungkin yang terjadi malah kecurigaan - kecurigaan yang akan membungkus pikiranku. Mungkin kamu selingkuh disini dan aku tidak tahu lebih baik aku memutuskan lebih dulu”. Walau dia tahu kecurigaan – kecurigaan itu tidak benar tapi dia tetap memutuskan berpisah.
Namun sekarang setelah mendengar ceritanya aku jadi trenyuh, merasakan kehidupan perkawinannya. Suatu perasaaan yang hilang yang dulu ada mulai muncul kembali. Perasaan iba ini berubah menjadi desiran hati yang dulu aku rasakan. Ah aku harus bisa melupakan walaupun dulu setengah mati melupakannya. Hampir aku dulu ingin mengakhiri hidup ini gara – gara perpisahan itu. Aku tidak mau kesekian kali menjadi bagian hitam dari perjalanan hidup ini. Aku nggak mau menjadi benalu dalam kehidupannya, berusaha aku tahan perasaanku yang mendesir. Kutampakkan wajah setegar mungkin jangan sampai kelihatan bahwa aku menaruh hati padanya.
***
Memang dulu waktu kami memulai pacaran, Redo pernah berjanji jika kita sudah memutuskan tiga kali entah siapa yang memulai kita tidak akan kembali berpacaran. Kata-kata itu seakan menyihir untuk menepati. Walaupun akhirnya juga kami putus di tengah jalan.
Memang selama pacaran ada rasa bosan, di sela - sela kuliah bertemu untuk sekedar melepas kangen. Waktu makan sore Redo selalu menjemputku untuk makan di warung mi Surabaya di pertigaan dekat GOR. Dan akupun senang menjalani itu semua. Namun disaat suntuk akupun bosen pacaran dengannya si kerempeng yang acap kali memberiku kejengkelan hanya karena sebab-sebab yang sepele. Karena janjian yang tidak tepatlah, kalau di SMS nggak bales lah, kalau di telpon nggak segera diangkatlah. Hingga suatu kali aku terucap ingin putus dengannya dan itu ditandai sebagai kali pertama terhadap janjiku waktu mulai pacaran dulu. Dan itu berulang sekali lagi.
Apakah janji itu seakan pisau belati yang akan menusuk kembali atau mempersatukan kami berdua. Ya mungkin kami seakan tersihir dengan ucapan janji itu. Kami seakan harus menepati.
***
Waktu itu aku memang harus menyelesaikan kuliahku, yang menguras waktuku dan tidak berpikir tentang pacaran. Skripsiku memang harus cepat kelar untuk menyusul Mas (ya begitu aku meyebut Redo) ke Jakarta mengikuti dia yang bekerja si suatu pabrik manufaktur. Dan akupun waktu itu bangga dengannya lulus langsung kerja itu suatu kebahagiaan yang tak bisa terungkap. Akupun dari jauh hanya bisa mengucap lega akhirnya pacarku dapat kerja.
***
Memang cita – citaku ingin menyusulnya ke Jakarta. Aku ingin bertemu dengannya kenapa dia memutuskanku kala itu. Pertanyaan itu masih terngiang. Akupun tidak tahu kenapa kami berpisah. Adakah perempuan lain di hatinya. Sungguh sakit di putus laki – laki, lebih baik memutus dari pada di putus pikirku. Memang dia cinta pertamaku yang memberi kesan dalam hatiku.
Namun aku nggak mau larut dalam kesedihan itu. Aku sibukkan dengan kuliahku. Aku ingin ber indek prestasi tiga seperti kata Mas Redo dulu, kamu kalo nggak IP segitu saya putus. Ya itu yang membuatku semangat belajar. Memang itu pengalaman dia mencari kerja itu susah, macam – macam saja perusahaan menyeleksi karyawannya.
***
Aku sekarang bekerja di sebuah perusahaan advertising yang menjadi idamamanku dari dulu. Dan kedudukankupun cukup tinggi. Bagiku uang bukan suatu masalah. Adik – adikku telah lulus semua dan itu karena aku, mobil buatan Eropa telah aku punya.Tetapi sekarang setelah umur duapuluh sembilan tahun menginjak tigapuluh aku masih begini. Ternyata kredo uang bukan segalanya dibanding kebahagiaan memang benar. Limpahan materi yang aku punya belum memberikan kesejukan dihatiku. Apartemen di Kebon Jeruk ini belum memberikan kedamaian.
Ada sesuatu yang hilang dihatiku dan itu aku harus tahu. Ada rasa sepi.
Menikahkah? Ya mungkin itu, teman - temanku sebagian sudah menggandeng anak setiap ada acara di kantor dan aku masih menjomblo. Kemana harus aku cari calon suami. Pernah temanku mengusuklan untuk ikut biro jodoh. Namun aku masih berpikir untuk apa aku ikutan acara-acara seperti itu manusia seperti etalase saling pandang-pandangan memilih pasangan di acara temu jodoh. Memilah-milah mana yang sesuai secara instant. Cinta itu di hati bukan di wajah walaupun aku nggak menampik aku suka pria ganteng namun.
”Nggak Vi pokoknya enggak aku tidak cocok acara seperti itu,”. kataku pada temanku. Mungkin itu cocok untuk lajang lain. Akupun tidak pernah datang di acara yang diadakan biro jodoh. Mengirim data terus di file oleh mereka dipih-pilih mana foto yang cantik yang ganteng dilihat umur. Ah nggak gue banget batinku.
Atau mungkin teman – teman kantorku. Mereka masih lajang – lajang kencur jauh dibawahku sedang yang berumur diatasku sudah pada menikah. Aku harus mencari strategi mendapatkan pasangan. Aku harus focus seperti waktu aku menargetkan pekerjaanku mencapai deadline. Tapi kupikir ini jodoh bukan sesuatu yang dapat aku rencanakan sesukaku menyangkut hati dan mungkin juga kehendak Sang Widhi. Aku berdoa sudah bahkan menurut orang jawa puasa Senin Kemis untuk bisa mendapatkan wangsit dari mana arah jodohku kelak. Kata primbon-primbon itu jodoh bisa di ramal dari arah yang ditentukan. Bahkan sebagian peramal sudah saya datangi(walaupun aku sendiri tidak percaya seratus persen minimal meyakinkan aku bisa dapat jodoh) tapi hanya suruh menunggu.
“Calonmu ada dari arah Timur Selatan, Nak. Tunggu saja, dia ada di Jakarta sini saja.” dengan nada tenang Pak Ramal nentram-netramin hati saya.
Bagaimana dengan pacarku yang dulu? Ya Mas Redo, kini telah memiliki istri walaupun aku kecewa namun aku bersyukur akhirnya Mas sudah menikah. Ya sekarang aku anggap tak berjodoh. Itu lebih baik daripada aku memikirkan dia dan belum tentu dirinya memikirkanku. Dan sekarangpun saya harus mencari penggantinya yang telah mengisi hatiku selama ini. Masak hanya dia lelaki, bukankah masih banyak yang masih menjomblo. Itu yang menjadi keyakinanku untuk mendapatkan kekasih. Namun sampai sekarang semenjak perpisahan itu masih susah melupakan. Kusibukkan tiap hari dengan pekerjaan. Setiap hari libur aku berusaha untuk mengadakan acara sehingga setiap malam aku bisa langsung tidur. Sambil menunggu jodoh itu datang tentunya.
***
Terdengar nada sambung dari SMS hpku. Aku tergagap dan suara itu membuyarkan lamunanku. Kubaca pelan - pelan. ‘Dik istriku meninggal.Terjd kecelakaan di tol Kebok Jeruk. Td malam pk 12.05, maafkan sy mengganggu.Aku selamat.‘ Kubaca lagi ke bawah Redo. Puji Tuhan Mas Redo selamat, dalam batinku aku berdoa semoga arwah istrinya diterima disisi-Nya.
Kulihat ke dinding sudah jam 01.00. Akupun tidak berani untuk telpon kepadanya. Sampai pagi aku hanya bisa melayang - layang tak karuan, aku tidak bisa tidur. Hampir semalaman aku berpikir tentang Mas Redo bagaimana dia, perasaan dia, kondisi dia.
Akupun merasa berdosa kemarin telah berpikir macam-macam tentang mantan kekasihku itu. Seakan aku menjadi pembunuh. Dan itu tidak bisa aku lalui begitu saja perasaanku. Seakan aku menghilangkan nyawa istri Mas Redo, dan bahkan berharap kembali padanya. Ah ini nggak mungkin sudah takdir Tuhan pikirku menghilangkan rasa bersalah.
Aku teringat akan janji kami dulu. Berjanji jika kita sudah memutuskan tiga kali entah siapa yang memulai kita tidak akan kembali. Bukankah kami baru putus pacaran dua kali, pikirku. Apakah aku akan menjadi istri Mas Redo? Mungkinkah ini jalan penggenapan janji itu. Kurasa aku harus bersabar menunggu waktu yang tepat untuk menceritakan ini. Menunggu Mas Redo merasakan duka terlebih dulu. Dan sambil menunggu dia menelponku ya itu lebih baik, tidak sopan bagiku menghubungi dia. Atau aku terlalu ketimuran, mungkin suatu kali aku saja menghubunginya. Ya mungkin dan yang lebih baik mudah-mudahan dia menghubungiku.
Omah Separo,Cikupa 9 Oktober 2007
Catatan:
Trenyuh = iba
Neko-neko = macam-macam
Saking = sangat

ANAK KAMPUNG

OLEH: Remitri Subianto
PRALAYAR
Terkenal dengan makanan gaplek sebagai tradisi masyarakat alam setempat. Daun yang berjari-jari kurang lebih lima menarik untuk diamati bahan makanan yang telah menghasilkan masyarakat kelas atas sampai bawah.Bahkan sang Penguasa tigapuluh dua tahun pernah hidup dalam masyarakat tersebut. Aku dilahirkan di daerah perbukitan kapur selatan Jawa Tengah dari seorang Ibu dan Bapak Jawa. Pada suatu hari yang sangat keramat menurut adat yaitu hari Jumat. Hari yang menurut kebanyakan orang sebagai hari munculnya arwah-arwah gentayangan dari thuyul, thethekan, genderuwo, saya lahir .Aku di bawa ke seorang Bidan namanya Witri, Sawitri lengkapnya. Kalau digambarkan rumah Bu bidan di seberang perbukitan rumah saya. Hari sore jam tujuh saat ibuku sedang enak-enaknya makan , mungkin makan singkong alias thiwul yang merupakan makanan pokok kampung saya pada tahun pertengahan tujuh puluhan. Disitu masih saya ingat ada pohon kelapa disebelah timur rumahnya yang menghadap ke Utara. Rumah kayu dengan lantai tegel, yang di semen untuk ukuran saat itu lumayan kaya dibandingkan aku anak seorang Guru golongan II. Aku kemudian diberi nama Adnan tri subianto. Nama itu kata bapak saya waktu aku bertanya disawah sambil main lumpur. Adnan itu diperoleh dari nama orang terkenal dalam sejarah,Tri berarti anak nomer tiga sedangkan Subianto dari nama penyanyi terkenal di Semarang mungkin Krisbiantoro yang MC (Master Ceremony) dan penyanyi itu. Saat itu orde baru, baru menikmati kemenangan menumbangkan Soekarno yang telah berani memplokamirkan kemerdekaan Indonesia. Pada tahun-tahun tersebut masih sangan paceklik untuk makan saja sangat sulit. Beras bagaikan emas yang masih susah dicari. Bapakku Guru yang dihormati hampir semua orang kenal dia, dia dikenal pekerja keras tak kenal lelah dan jiwa sosialnya tinggi. Sebelum mengajar di SR pagi-pagi sekitar jam lima sudah berangkat mencari rumput ke sawah untuk sapi dan kambing, baru jam tujuh tiga puluh dia berangkat ke sekolah. Aku amat berkesan dengan jiwa sosialnya itu hampir semua kegiatan di kampung ingin diikutinya, dari kegiatan desa sampai kegiatan kerohanian. Aku sekarang amat merasakan cinta kasihnya yang begitu dalam padanya. Tiada lelah dia mencintaiku dan kakakku.Gambaran tentang kampung halaman ibu sangat menarik untuk diceritakan. Ia senang mengulang – ulang cerita masa kecilnya disuatu daerah yang sekarang telah tenggelam menjadi Waduk Gajah Mungkur. Daerah yang boleh dikatakan subur di lembah perbukitan yang dimasa itu masih sangat lebat hutannya. Kanan kiri kurang lebih 4 kilometer dari kampung tersebut terdapat bukit – bukit yang berjajar dari selatan ke utara. Megah dan mengagumkan, keanekaragaman yang mengalir dari budaya masyarakat agraris dan berbudi kepercayaan yang luhur. Masyarakat yang masih menuntun kepak-kepak kehidupan dengan mengalir laksana alir air menuju kerendahannya. .Kalau dalam ilmu bumi pegungan tersebut bernama pegunungan seribu. Kampung yang dimasa itu sangat sederhana tertata rapi tiap jalan ditanami pohon jati. Kampung tersebut bernama Ploso. Kakaku lahir disana saat ibu dan bapak masih menumpang di rumah kakek. Untuk mencapai kesana sangat mudah karena dilewati rel kereta api yang menghubungkan Kota Kabupaten dan kota Kecamatan. Walaupun begitu jalan yang menghubungkan daerah satu dengan lainnya masih menggunakan jalan setapak dan bekelok-kelok.Daerah tersebut dilewati Sungai Keduang

BAB I. RUMAH KEABADIAN
Mbok minyaknya entek !” Sore itu Sunar mau menyalakan senthir. Wis nganggo minyal klentik sik, mengko yen duwe duwet nggango lengo potro. Si Sunar yang dari tadi kebinggungan mencari minyak untuk mnyalakan senthirnya.Dikeremangan malam disebuah dusun kecilMalam itu kampung mBetal sepi sekali tadi malam Kompeni – kompeni itu melewati perkampungan disini.sambil mecari pejuang-pejuang yang sembunyi.Masyarakat merasa miris. Ada yang sembunyi di pegunungan – pegunungan sekitar. Soedirman yang kala itu gemar bergerilya melawan kumpeni mengelilingiperbukitan-perbukitan kapur selatan. Bersembunyi didesa-desa disambut bagai pahlawan. Soedirman yang penyakitan itu ditandu kesana kemari.Mencari makan di desa-desa terpencil. Nggak peduli dengan masyarakat yang sama-sama kerenya. Dengan dalih perjuangan. Anak buahnya dan telik sandi siap tempur disetiap kampung – kampung.
Cerita penyiksaan yang mereka dapat dari warga membuat ketakutan.Harta benda mereka di tinggalkan begitu saja tanpa peduli dicuri, diambil atau bahkan digedor.
****
Sudah beberapa hari ini kampung Mbetal mengalami kekeringan. Panenan mereka dimakan wereng.hanya bisa mengandalkan timun. Tanaman kedelai yang hidup dimusim kemarau Mungkin dua bulan baru bisa panen. Sunar baru sekolah kelas dua SR. Untuk masuk sekolah harus berjalan lima kilo pulang pergi. Waduh jauh,.untuk menempuh itu perlu waktu tiga jam. Berangkat sekolah dari jam lima dan sampai di SR jam delapan. Tetapi Si Prenjak ini nggak punya lelah bergerak terus kipat- kipit lincah menjalani ritual masa kanak-kanaknya dengan biasa. Enak dan menyenangkan .Pernah suatu kali tidak punya uang untuk beli alat tulis dia harus meme kedelai yang habis dipanen dengan batang dan kedelai yang belum dionceki. Setelah kering ditumbuk blang-blung blang-blung atau ia injak – injak baru kedelai keluar dati kulitnya. Dijualnya kedelai itu tanpa sepengetahuan mbah putrid. Wah Si prenjak ini berani sekali.Pak Broto gurunya minta ampun galaknya. Setiap kali tidak bisa mengerjakan duding siap memukul mereka. Jangan harap melawan tunduk dan diam, sikap itu yang enak di pilih untuk menyelamatkan diri. Atau bisa malam-malam Sunar menghapal setiap pekalian atau pembagian dari satu sampai seratus. Kalau ndak bias siap di pukul. Tapi biasanya Sunar menghapal saat angon Sapi dengan samak di tangan, jangan sampai keliru,.

ANAK BUKIT
Pagi ini, aku sudah tidak sabar lagi menikmati thiwul kesukaanku. Bau dari kukusan membawaku dalam aroma perut yang bernyanyi menhibur ‘tunggu sebentar ya masih panas nanti muludmu mlocot lho’ Dengan kepul di tampah setelah Simbok menuangkannya ke tampah. Warna kuning membawa seleraku untuk mencicipi ee gujil.Simbok hanya memandangiku denga senyum seakan membolehkanku merasakan panasnya asap thiwul ini di muludku Aku selalu ketagihan dan ketagihan lagi. Jangan ditanya lagi bahwa selama ini memang menjadi kebiasaanku menikmati tiwul ini dengan lahap.Enak lagi bila ditambah dengan parutan kelapa dan garam sedikit orang dikampung saya menyebut krawu. Muungkin dibuat dengan mengkrawu-krawu atau mencampur campur adonan tadi menjadi satu dengan tangan. . Dan kalau keseringan terkena hujan waktu menjemurnya warnanya akan kehitam-hitaman. Nah ini enak dibuat gathot,hitam –hitam terkena jamur. Gaplek ini di rendam air baru dikukus. Kalau sudah masak ditambahi gula jawa rasanya gujil kenyil-kenyil. Wah aku menerawang saja.Sungguh uenak orang tidak akan mengira itu thiwul. Teman-temanku bila saya ajak kesini pasti ketagihan.Si Janto pasti menikmati dengan lahap. Kunikmati masakan Simbok dengan baik-baik. Aku tidak peduli dengan orang – orng disekelilingku. Mbakyu yang dari tadi melihatku aku biarkan saja. Simbok memang sudah biasa memasak nasi thiwul .Dengan sayur oblok – oblok gude yang ditanam bapak digalengan sawah. Enggak usah ditanya aku lahap saja . Apalagi perutku sudah bernyanyi saja, tidak mau kompromi maklum aku tadi sore tidak makan.
Hari ini yu Sri Yah terpaksa pagi – pagi aku terpaksa jemblang-jemblung menumbuk gaplek di lesung bareng Yu Sri. Sambil uro- uro Yu Sri cekikikan
Lir-ilir tandure wis Sumilir tak ijo royo- royo tak temokke manten anyar Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi Lunyu-lunyu penekno kanggo nyengguh mengko sorePumpung padhang rembulanePumpung jembar segaraneYo suraka … Surak horee
Yu Sri sepertinya sudah pengin dimantu saja. Bunga didadanya kelihatan sudah mekar pinggulnya sudah siap untuk menerima berkah dari Sang Widhi, sudah pantes di mantu. Simbok dari kejauhan kelihatan mesam-mesem melihat Yu Sri nembang. Alangkah senengnya simbok nanti bisa momong cucu. Tapi dalam batin Simbok kurang setuju bila Yu Sri nikah terlalu muda. Kisah waktu mudanya tidak pengin terulang lagi.Walau Yu Sri jadi incaran pemuda-pemuda di kampung apalagi dia termasuk putri baru sekolahan, di ongko loro. Opo ora elok, Cah wedhok ngerti etung lan tulisan, kata Mbah Ronggo waktu Yu Sri main kerumahnya. Yu Sri kebetulan teman dari anaknya Mbah Ronggo, Bendoro Marsih. Mbah ronggo mempunyai anak delapan yang hidup dan tiga meninggal terkena penyakit mencret. Ndoro Cokro tak mau kalah lirak-lirik dengan Yu Sri, Yu Sri tau itu Tertunduk malu dilihat Ndoro Cokro hatinya juga berdesir setiap melihat ndoro Cokro namun itu semua tidak menyurukannya untuk sekolah tinggi.Sungguh sangat ironis kebanggaan masa lalu masih dipendam sampai sekarang Ndoro Cokro lahir dari seorang Ronggo yang tinggal di kampung perbukitan kapur di selatan. Dengan maasyarakat yang masih awam dengan dunia sekolah.
*** Aku menggembalakan kambing-kambingku . Si Kupluk mempunyai anak yang lucu-lucu. Si Cemple ini saya gendong kesana-kemari tak mau lepas dari gendonganku.Kalau lari kencengnya minta ampun, ngos-ngosan aku mengejarnya. Sig sag dengan kencangnya.Kalau sudah kecapekan baru njerum., memamah ngunyah-ngunyah rumput yang baru ia makan. Kambingku ada lima . Apalagi tubuhnya yang memanjang seksi. Dengan kopek yang montok jadi memiliki bibit unggul. Sungguh kambing ku ini sangat piawai dalam membahagiakan majikan. Emboknya yang model kacangan ,anaknya selalu dua jika manak.

SIMBOKKU YANG MANIS
Cita – cita simbok yang ingin menjadi seorang terpelajar kandas.Umur dua belas tahun harus menikah dengan seorang pemuda. Simbokku nikah karena dijodohkan Mbah Kakung yang malu kalau anaknya menjadi perawan tua, ora payu. Pemuda yang menjadi Guru itu yang tadinya menjadi Guru Simbok sudah lama mengincar. Waktu Mbah kakung menjemput Simbok, Pak Guru ini rasan-rasan. Putrinya sudah gede ya Pak sudah pantes di gandeng perjaka,kata Pak Guru mesam-mesem. Iya nak apa nak Guru kecanthol, kata Simbah dengan logat medhoknya. Iya Pak.Wah Pak Guru yang digugu dan ditiru ini bisa juga jatuh cinta.Apalagi melihat kemolekan muridnya ini. Aku sudah pingin punya anak Pak.Umurku sudah 30 tahun saya tidak ingin jadi jaka kasep.Klop sudah semenjak itu Simbok tidak boleh pernah keluar rumah. Di pingit kecil- kecilan. Dari tidak boleh main jauh-jauh dari rumah sampai tidak boleh main dengan laki-laki. Pokoknya diawasi terus.

KELAHIRANKUJALAN KEMENANGANTUJUAN AKHIR