.jpg)
berturut tutur meluncur
mengacak acak arah mengampir
rusuh rasa tersingkap
dari arah api menggeryangi pagi
dari angin mengobar nyala
menggogor setiap sudut yang kaku
Jangan kau tipu palsu
mengobar nyala mengupat air
jangan-jangan kau lakukan itu aku baru terlelap
Ak aku disini tertindih
Tiang mengubur nafsu lelap
Teduh
Teduhlah hari menipu
Ah jangan kau bayangi dengan pagi
atau nikmati di:
http://www.kemudian.com/remitri/puisi/alam/api
No comments:
Post a Comment